Mesuji
Besok Pemkab Mesuji Gelar Upacara Peringati Hardiknas
Pelaksanaan upacara di halaman Kantor Pemkab Mesuji akan dihadiri beberapa guru maupun murid yang terjangkau dari Kantor Pemkab Mesuji.
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id, Mesuji - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jatuh pada 2 Mei 2022, namun sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri 1443 H dan cuti bersama tahun 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) memundurkan upacara bendera peringatan Hardiknas menjadi Jumat, 13 Mei 2022.
Hal ini tertuang dalam surat edaran tentang Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2022.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji Agung Subandara mewakili Kadisdikbud Mesuji Andi S Nugraha, pada Jumat besok akan digelar upacara dalam memperingati Hardiknas.
"Yang akan diselenggarakan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji, dan bebeberapa sekolah secara terbatas," ujarnya, Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, dalam pelaksanaan upacara nanti di halaman Kantor Pemkab Mesuji akan dihadiri beberapa guru maupun murid di sekolah yang terjangkau dari Kantor Pemkab Mesuji.
Sedang untuk sekolah lainnya dapat melangsungkan upacara di sekolah masing-masing.
"Penyelenggaraan upacara dalam memperingati Hardiknas tetap terlaksana secara tatap muka, terbatas, minimalis, dan menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Mengingat kita saat ini masih PPKM level 2," terangnya.
Selain itu, kata dia, pelaksanaan upacara dalam memperingati Hardiknas nanti juga melibatkan perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Lebih lanjut, Agung menuturkan bahwa dalam pelaksanaan upacara nantinya Pemkab Mesuji khususnya Disdikbud Mesuji akan menyuarakan Merdeka Belajar.
Sesuai dengan tema Hardiknas yaitu "Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar".
"Maksudnya di sini adalah kita dua tahun yang lalu sampai saat ini dalam situasi pandemi covid-19, namun kurikulum merdeka terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran di masa pandemi covid-19," paparnya.
Kemudian lanjut Agung, Kurikulum Merdeka ini telah membawa perubahan kepada para peserta didik, contohnya melakukan pembelajaran dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.
"Jadi Kurikulum Merdeka Belajar itu selain dapat ilmu pengetahuan di sekolah yakni akademis, para siswa-siswi diharapkan juga mengenal pengetahuan lainya di luar sekolah".
"Seperti halnya bagaimana para peserta didik ini belajar untuk tetap survive dan memiliki skill tambahan.
Jadi ada nilai lebih dibandingkan hanya saat belajar di sekolah," sambungnya.
(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/peringatan-hardiknas-pemkab-tuba.jpg)