Pemilu 2024

Koalisi Indonesia Bersatu Disebut akan Usung Airlangga Jadi Capres, Sekjen PAN Berikan Tanggapan

asca Koalisi Indonesia Bersatu terbentuk dari hasil pertemuan petinggi partai Golkar, PAN, dan PPP, sosok capres jadi perbincangan.

Editor: Dedi Sutomo
ist
Ilustrasi - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu di rumah Heritage Jakarta di Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta – Pasca Koalisi Indonesia Bersatu terbentuk dari hasil pertemuan petinggi partai Golkar, PAN, dan PPP, sosok yang akan diusung sebagai kandidat calon presiden pada Pilpres 2024 pun dari koalisi tersebut menjadi hal yang ditunggu.

Kabarnya, Koalisi Indonesia Bersatu akan memajukan nama Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Golkar untuk posisi Capres 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno memastikan komitmen partainya soal siapa yang bakal diusung sebagai capres pada Pilpres 2024.

Ia mengatakan, hal itu setelah pertemuan petinggi PAN, Golkar, dan PPP membentuk koalisi yang bernama Koalisi Indonesia Bersatu.

“Saya berikan komitmen paling tidak dari PAN, bahwa kami menghendaki sebanyak mungkin calon pemimpin 2024 itu bertarung. Itu komitmen kami. Jadi sepakbola gajah itu no bagi PAN,” kata Eddy dalam dialog Polemik di MNC Trijaya secara virtual, Sabtu (14/5/2022) kemarin.

Baca juga: Membaca Arah Poros Sam Ratulangi pada Pilpres 2024, Koalisi Golkar, PAN, dan PPP Dibangun

Baca juga: Jelang Pelaksanaan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Data Parpol yang Telah Terdaftar ke Kemenkumham

Eddy menegaskan, pertemuan di rumah Heritage Sam Ratulangi, Jakarta, itu dihadiri para ketum dengan pikiran terbuka, bukan untuk membahas nama paslon di Pilpres 2024.

“Jadi belum ada pembahasan yang sifatnya konklusif. Jadi dalam hal ini, kita sudah tahu posisi masing-masing partai seperti apa.”

“Tapi kita hadir dengan pemikiran yang terbuka. Kalau pun misalnya saja salah satu diantara teman-teman itu datang dengan prasyarat saya kira pertemuan kemarin enggak akan terjadi,” ujar Eddy.

Sama halnya dengan soal kecurigaan ada pihak istana yang mengatur soal terbentuknya koalisi tersebut, Eddy membantah hal itu.

“Saya bisa pastikan setiap partai yang datang kemarin itu datang dengan independensi masing-masing.”

“Jadi tak ada arah mengarahkan. Masing-masing sudah membahas di internalnya dan menyampaikan kepada publik bahwa ini koalisi sudah terjalin.”

“Arahan semua dari ketua umum masing-masing parpol kepada kadernya dan disampaikan kepada publik. Jadi tak ada arahan ari pihak luar mana pun,” pungkasnya legislator Komisi VII DPR RI itu.

Baca juga: Airlangga Hartarto : Golkar, PAN, dan PPP Jalin Kerjasama Hadapi Agenda Politik Pemilu 2024

Baca juga: Aksi Perampokan Disertai Rudapaksa Terjadi di Lubuklinggau, Korbannya Seorang Mahasiswi

Tiga Ketum Partai Betemu di Sam Ratulangi

Bertempat di Rumah Heritage Jakarta yang berada di Jalan DR GSSJ Ratulangi, Menteng, Jakarta, tiga tokoh yang juga ketua umum partai bertemu.

Pertemuan tersebut terjadi pada Kamis (12/5/2022) lalu.

Ketiganya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Soharso Monoarfa.

Airlangga Hartarto datang lebih dulu ke Rumah Heritage Jakarta. Ia malam itu mengenakan pakaian baju batik cokelat.

Airlangga tiba sekira pukul 18.35 WIB. Dirinya memberikan tanja jempol kepada awal media yang berada di lokasi.

Tak berselang lama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tiba di Rumah Heritage.

Airlangga pun terlihat menyambut kedatangan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, yang datang sekira pukul 18.50 WIB.

Keduanya lalu berbincang santai di sebuah ruangan di rumah tersebut.

Di tengah perbincangan keduanya, rombongan mobil kembali merapat di rumah Heritage Jakarta.

Ketua Umum PPP Soharso Monoarfa tiba sekira pukul 19.05 WIB. Kedatangan Suharso Monoarfa disambut hangat oleh Airlangga dan Zulhas.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Bendahara Umum Golkar Dito Ganinduto, Wakil Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono dan Wakil Ketua Umum PAN Asman Abnur.

Pertemuan berlangsung secara tertutup di ruangan 4x4 di rumah Heritage Jakarta. Namun, pertemuan terasa hangat dan cair.

Airlangga, Suharso dan Zulhas terlihat saling melepas canda dan tawa.

Airlangga terlihat duduk di samping Suharso. Sedangkan Zulhas terlihat duduk di bagian tengah.

Tak berapa lama, mereka lalu mempersilahkan awak media masuk ke dalam ruangan. Ketiganya terlihat kompak bersalam komando.

Airlangga pun menyebutkan, bahwa ketiga partai, Golkar, PAN dan PPP telah bersatu.

Sayangnya, Ketua Umum Partai Golkar itu tak menyebutkan maksud dari pernyataan tersebut.

Apakah hal itu merupakan sinyal, jika ketiga partai akan berkoalisi pada Pipres 2024 mendatang.

“Kita ini bertiga dan bersatu,” kata Airlangga.

Ucapan Airlangga lantas ditimpali oleh Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa.

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengatakan, koalisi perkuat persatuan.

“Koalisi perkuat perstuan,” kata Zulhas.

“Untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Suharso.

Airlangga melanjutkan, bahwa Golkar harus disinari oleh matahari (PAN) dan akan tumbuh hijau (PPP) bersama membangun bangsa.

“Bersatu adalah beringin, surya alam dan Baitullah. Jadi kalau pohon beringin harus disinari oleh matahari, dia akan menjadi hijau danj kalau sudah tumbuh bisa sama-sama membangun dan melanjutkan mendapatkan ridha Allah SWT,” kata Airlangga.

Dirinya pun mengisyaratkan Golkar bakal berkoalisi dengan PAN dan PPP di Pemilihan Presiden (Piplres) 2024 mendatang.

“Ini merupakan kumpulan pengalaman bersama dan tentunya kita akan bekerja sama ke depan untuk mengawal agenda-agenda politik ke depan, termasuk dalam pemilu nanti di 2024,” kata Airlangga dalam sesi konferensi pers usai pertemuan.

Menko Perekonomian itu menyebut, Golkar, PAN dan PPP bersepakat akan membangun budaya politik baru.

Budaya politik baru itu dijalankan dengan kerja sama yang berjenjang dan bertahap.

“Sehingga kita mempunyai scope pengalaman di dalam berbagai periode, berbagai tantangan yang sudah kita hadapi.”

“Mulai dari resesi 98, krisis moneter, 2008, sampai dengan penanganan Covid dan pemulihan ekonomi,” ucap Airlangga.

Untuk menindaklanjuti pertemuan malam ini pertemuan dengan Ketua Umum PAN dan PPP, Airlangga akan menginstruksikan para kader Golkar di daerah untuk menyamakan persepsi dengan PAN dan PPP.

Dirinya berharap adanya poros Sam Ratulangi, akan mengurangi efek politik identitas akibat polarisasi Pilpres 2019 lalu.

“Bersatu itu sendiri adalah beringin, matahari dan Baitullah, jadi Ka’bah. Jadi pertemuan ini tentu diharapkan dengan matahari ini PAN bisa berjalan, dan pohon beringin semakin tumbuh.”

“Dan juga pertemuan kerja sama ini adalah yang diridhoi oleh Allah SWT,” kata Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, momentum Idul Fitri saat ini harus dimanfaatkan untuk menghilangkan residu pasca Pilpres 2019.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, mengajak masyarakat bersatu membangun Indonesia.

“Itulah gagasan yang kita bangun. Golkar, PPP dan PAN. Mudah-mudahan ini jadi awal bagi nanti teman-teman lain bersama-sama membangun negeri merah putih yang kita cintai maju lagi,” ujar Zulhas.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menyebut, pertemuan tersebut menunjukan kerja sama antar parpol dilakukan sedini mungkin.

Menurutnya, momentum Pemilu atau Pilpres harus saling memperkuat rasa perstuan dan kesatuan bangsa.

“Jadi kami bertiga juga ingin memastikan keberlanjutan pembangunan itu untuk kepentingan seluruh rakyat dan seluruh bangsa dan negara,” kata  Suharso Monoarfa.

Menurutnya, kerjasama lebih awal antar sesama parpol akan dapat lebih saling mengisi dan memperkuat kebersamaan.

Dirinya menyebut, akan terus menunjukan sebuah kerja sama yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kedepan, terutama dalam menghadapi Pemilu.

Dimana, pada pemilu sebelumnya terjadi pembelahan masyarakat akibat pertarungan capres di Pemilu.

Itu disampaikan Suharso usai berrtemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (12/5/2024) malam.

“Kerjasama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antar sesama partai politik untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan,” kata Suharso.

Dikatakannya, bahwa Partai PPP-Golkar-PAN sepakat untuk membuah jauh-jauh rasa kebencian akbiat Pemilu sebelumnya.

Dimana terjadi polarisasi yang tajam di masyarakat.

Dirinya menyebut, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus menunjukan kepada dunia bisa menyelenggarakan Pemilu dengan baik.

“Sebagai bangsa yang besar kita harus menunjukan kepada dunia bahwa kita juga bisa dengan suka cita melaksanakan Pemilu dengan baik,” ucap Suharso.(Tribun network)

Artikel ini sebagian telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved