Bandar Lampung
Muncul Wabah PMK di Tubaba, MUI Lampung Minta Umat Muslim Teliti saat Membeli Hewan untuk Kurban
Munculnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), membuat MUI Lampung meminta agar umat muslim lebih teliti dalam memilih hewan untuk kurban.
Virus tersebut disebabkan oleh Apthovirus itu diantaranya demam 39-41 derajat celcius.
"Ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit PMK lidah melepuh. Muncul bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung. Pincang. Malas bergerak. Tidak mau makan dan lemah," terangnya.
"Jika terjadi gejala PMK pada hewan ternak, seperti yang saya jelaskan tadi, peternak bisa menghubungi ke nomor berikut untuk selanjutnya kami lakukan pengecekan," katanya.
drh Anggraeni ES drh (081379543551), drh Muchsin Khamidi (081379310001), drh Yhoni Sakunnata (081279145074),drh Sri Indarti (081320004824), drh Dewi Indriana (081328271592), drh Ratu Meidiza J (082186014331), drh Atika Fadhillah (085363909886), drh Lilis Suyanti (081316616351).
"Untuk pengecekan tidak dikenakan biaya (gratis)," pungkasnya.
Minta Peternak Lapor Jika Ada Gejalan PMK
Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengimbau masyarakat agar melaporkan bilamana mendapati hewan ternak dengan ciri-ciri mengarah seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tulangbawang.
Ciri-ciri tersebut seperti gejala demam dengan suhu 39 sampai 41 derajat celsius, Lesi lecet pada kaki, mulut dan moncong nares.
Air liur berlebihan dan berbusa, hewan ternak tidak mau makan, pincang, malas bergerak dan pengelupasan pada bagian kuku.
"PMK ini sendiri merupakan virus yang menyerang hewan berkuku belah terutama hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi," ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasib Subagio kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (17/5/2022).
Selain itu, Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kebersihan kandang hewan ternak secara rutin, hal itu berguna mencegah terjangkitnya virus PMK kepada hewan ternak.
"Pentingnya juga melakukan karantina hewan yang sedang sakit, atau hewan ternak yang terkontak langsung dengan hewan yang terpapar agar tidak merembet kehewan ternak lainnya," terangnya.
(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama/Dominius Desmantri Barus/Chandra Wijaya)