Pringsewu
Suami di Pringsewu Lampung Kaget Temukan Istrinya Akhiri Hidup di Garasi
Menurut Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar, pihaknya sudah melakukan olah TKP,dan pemeriksaan jasad. Kesimpulan tewas mengakhiri hidup.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Ibu rumah tangga warga Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo nekat mengakhiri hidup di garasi rumahnya.
Menurut Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar, pihaknya sudah melakukan olah TKP, pemeriksaan jasad bersama tim Puskesmas Gading Rejo.
Kesimpulan sementara korban berinisial SW (35) meninggal karena mengakhiri hidup, di garasi belakang rumahnya di Dusun Mataram 1, RT 06, RW 03, Pekon Mataram.
"Hasil pemeriksaan, di tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan dan terdapat ciri khas mengakhiri hidup," ujar Mayer mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, Kamis (19/5/2022).
Ia menjelaskan, saat petugas datang, korban masih dalam posisinya mengakhiri hidup, pakai tali tambang yang diikatkan di atap garasi.
Baca juga: Sertijab di Polres Pringsewu, Kasatlantas yang Baru Kini Dijabat IPTU Khoirul Bahri
Baca juga: Penilaian Akhir Masa Jabatan Sujadi-Fauzi Sangat Baik, Skornya 95,67 Persen
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara di TKP, kemudian korban dievakuasi.
Mayer mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif korban sampai nekat mengakhiri hidup.
"Untuk dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat mengakhiri hidup, namun motifnya masih kami dalami," ujar Mayer
Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan proses otopsi pada jenazah.
"Lantaran keluarga korban tidak bersedia dilakukan proses otopsi, maka jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman," kata Mayer.
Selanjutnya suami korban, Heru Widodo (38) baru tiga hari pulang dari bekerja di luar negeri.
Selama tiga hari bertemu istrinya tersebut, tidak ada perilaku aneh yang dilakukan istrinya. Selain itu SW juga tidak pernah mengeluh sakit atau miliki permasalahan.
Sehingga dirinya kaget, istrinya tersebut sampai nekat mengakhiri hidup. Sebelum ditemukan mengakhiri hidup, Heru melihat istrinya pada pukul 3.00 WIB.
Saat itu istrinya membukakan pintu, setelah Heru pulang dari pulang main. Setelah pagi dia tidak melihat istrinya dan tidak curiga karena dikira sedang pergi ke warung.
Setelah beberapa lama menunggu, istrinya tidak kunjung pulang, maka dirinya mencoba mencari di belakang rumah. Saat itu lah istrinya ditemukan sudah mengakhiri hidup di garasi belakang rumah.
(tribunlampung.co.id/tri yulianto)