Berita Terkini Artis

Ibunda Indah Permatasari Pilih Puasa Ketimbang Minta Duit ke Putrinya

"Kamu tau saya berjuang bagaimana, saya lebih banyak puasa Sunnah supaya kurang biaya di sini," sambungnya.

Penulis: Gusti Amalia | Editor: taryono
instagram @arie_kriting /YouTube Intens Investigasi
Ibunda Indah Permatasari Tak Lagi Minta Uang, Rela Puasa Demi Kurangi Biaya Hidup 

Tribunlampung.co.id - Ibunda Indah Permatasari sudah tak lagi minta uang sejak tahun 2019, akui rela puasa demi kurangi biaya hidup.

Hubungan antara ibunda Indah Permatasari, Nursyah dengan sang anak mulai renggang semenjak Indah menjalin hubungan dengan Arie Kriting.

Hingga Indah hamil, Nursyah belum juga bersikap membaik.

Bahkan, Nursyah justru menyinggung perihal perjuangan hingga Indah bisa menjadi seorang publik figur.

Dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (20/5/2022), Nursyah secara tak langsung tidak terima dengan sikap Indah yang mengungkit Arie sering membiayai sang anak.

Baca juga: Nursyah Ternyata Setop Minta Uang ke Indah Permatasari Sejak Tahun 2019

Baca juga: Ibunda Indah Permatasari Tegas Sudah Tak Minta Uang dengan Putrinya Sejak 2019

"Halo Indah Permatasari yang mulia, yang terhormat, uang kamu dapat itu film 300 juta, 200 juta, 100 juta."

"Itu siapa yang berjuang dari nol? Siapa yang berjuang, coba? Yang berusaha siapa, coba?"

"Sampai kamu mengungkit-ungkit semua yang dia (Arie Kriting) bayar," ungkap Nursyah.

Lebih lanjut, ibunda Indah mengaku rela berpuasa untuk mengurangi biaya hidup.

"Kamu tau saya berjuang bagaimana, saya lebih banyak puasa Sunnah supaya kurang biaya di sini," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nursyah mengaku sejak tahun 2019, ia tak lagi meminta uang kepada Indah.

"Helo anakku yang cantik jelita, dari 2019 saya tidak begini lagi sama Anda yang cantik," tutur Nursyah sambil menengadahkan tangan.

Baca juga: Ibunda Tak Peduli dengan Kehamilannya, Indah Permatasari: Ada Bang Arie yang Temani

Baca juga: Tangis Indah Permatasari Saat Kenang Pernikahan Tak Dihadiri Orangtua

Nursyah pun berjuang bertahan hidup dengan berbagai cara.

"Mulai saya menjahit, menjahit dari Tanah Abang beli kain."

"Saya bikin 10 lembar, 20 lembar, saya kirim ke Makassar."

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved