Pemilu 2024

Ditanya Soal Kemungkinan Berkoalisi dengan Gerindra di Pemilu 2024, Ini Jawaban Sekjen PDI-P

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto tak banyak memberikan komentar ketika ditanya soal peluang partainya berkoalisi dengan Partai Gerindra

Editor: Dedi Sutomo
Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya
Ilustrasi - Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto. Ditanya soal kemungkinan berkoalisi dengan Gerindra, Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto tak banyak memberikan komentar. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, berbagai langkah strategi mulai dilakukan oleh partai politik (parpol) dan tokoh yang digadang akan maju pada Pilpres 2024.

Terbaru, Golkar, PAN, dan PPP telah membangun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), setelah Ketua Umum ketiga partai bertemu belum lama ini.

Beberapa tokoh pun telah saling bertemu. Termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang bertemu saat Lebaran Idul Fitri 1443 H lalu.

Sejumlah lembaga survey pun menyebut tingginya peluang untuk PDI-P dan Gerindra berkoalisi.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto tak banyak memberikan komentar ketika ditanya soal peluang partainya berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Baca juga: PDI-P Bisa Usung Calon Sendiri di Pilpres 2024, Hasto: Kami Tidak Ikut Dansa Politik

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Sejarah Terbentunya Bawaslu

Dikatakannya, PDI-P dalam memutuskan berkoalisi menunggu waktu dan momen yang tepat.

“Terkait dengan kerja sama untuk Pemilu (Pemilihan Umum) 2024, itu nanti ada waktunya, ada momentum politiknya untuk ditetapkan,” kata Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5/2022) kemarin.

Pernyataan Hasto ini menjawab soal tingginya peluang PDI-P berkoalisi dengan Gerindra berdasarkan sejumlah lembaga survei nasional.

Hasto mengatakan, untuk memutuskan koalisi partai harus didasarkan pada sejumlah aspek. Seperti aspek, ideologis dan strategic culture.

“Di situ ada kesesuaian platform dan juga bagaimana agenda di dalam merespons persoalan bangsa untuk dijawab pada pemilu tahun 2024 yang akan datang," jelasnya.

Dan yang tak kalah penting, ujarnya, aspek lain dalam menentukan koalisi adalah harus memperhatikan bagaimana kehendak rakyat.

Sebab, menurut dirinya, kehendak rakyat dinilai menentukan stabilitas politik.

“Stabilitas politik itu sangat penting di dalam praktik politik yang sangat liberal ini memang diperlukan kerjasama partai politi.”

“Sehingga, mampu membawa perubahan-perubahan dukungan mayoritas yang ada di parlemen,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan kisi-kisi partai mana yang bisa bekerja sama dengan PDI-P, antara lain partai politik tersebut harus memiliki rekam jejak yang kuat bagi sejarah perjuangan bangsa.

Diketahui, sebelumnya Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan saat Lebaran Idul Fitri 1443 H lalu.

Pertemuan dilakukan di Jalan Teuku Umar, kediaman Megawati Soekarnoputri pada 2 Mei 2022 dan diklaim sebagai pertemuan silaturahmi biasa.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved