Tulangbawang
Pemkab Tuba Konsern Bantu UMKM Rp 20 Juta Setiap Kelompok
Pemkab Tuba Konsern Bantu UMKM Rp 20 Juta Setiap Kelompok melalui program kreatif mandiri BMW. Bergulir sejak 2019 lalu
Tribunlampung.co.id, Tulangbawang- Pemkab Tulangbawang akan menuntaskan Program Kreatif Mandiri, Bergerak Melayani Warga (BMW) hingga akhir masa jabatan Bupati Winarti Desember mendatang.
Pada program itu, Pemkab Tuba memberikan bantuan dana stimulan untuk kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada tiga kelompok usaha masyarakat di setiap kampung diwilayah setempat.
Hal tersebut diutarakan Asisten II Pemkab Tulangbawang Pahada Hidayat mewakili Bupati Winarti, saat menerima kunjungan silaturahmi Tribun Lampung di ruang rapat Bupati Tuba, Senin (23/05/2022).
Dalam kesempatan itu, Pahada didampingi Kepala Dinas Kominfo Desia Kusumayuda, Kabag Kerja Sama Setkab Tuba Tri Yogha Adi Susatya, Sekretaris BPKAD Arya Ganesha, dan Sekretaris Bappeda Sisilia.
Dari Tribun, hadir Pemimpin Umum Hadi Prayogo, Pemimpin Perusahaan Erniwaty, dan sejumlah manajer.
Pahada menuturkan, dana stimulan untuk kelompok UMKM itu telah digelontorkan Pemkab Tuba beruntun sejak 2019 lalu.
Menurutnya, sejauh ini binaan UMKM Pemkab Tuba mencapai seribu kelompok usaha.
Karenanya, melalui dana stimulus untuk kelompok usaha itu Pemkab Tuba ingin para pelaku usaha itu bisa berkembang pesat.
"Kita ingin UMKM kedepan kolaborasi dan link dengan Koperasi. Masalahnya, dimana-mana keberadaan koperasi ini kerap ada persoalan. Sementara di sisi lain, keberadaan UMKM ini berkembang pesat," ungkap Pahada.
Dia menuturkan, sebagai wujud komitmen pengembangan UMKM itu, sejak tiga tahun terakhir Pemkab Tulangbawang telah mensubsidi kelompok usaha UMKM di masyarakat.
Ada tiga kelompok yang diberikan kucuran bantuan UMKM itu.
Diantaranya, kelompok pengajian nuslimat, kelompok wanita kreatif mandiri, dan kelompok karang taruna.
"Tujuan kita subsidi supaya mereka bisa bergerak, membuat sebuah produk melalui kelompok UMKM masyarakat," papar Pahada.
Subsidi untuk kelompok usaha masyarakat itu merupakan satu dari 25 program Bergerak Melayani Warga (BMW) yang di usung Bupati Winarti.
Pahada mengungkapkan, untuk satu tahun anggaran digelontorkan subsidi untuk kelompok usaha masyarakat itu sebesar Rp 9 Miliar.
Untuk tiga kelompok usaha masyarakat, yang masing-masing kelompok di setiap kampung mendapat subsidi Rp 20 juta.
"Penggunaannya diserahkan ke kelompok usaha masing-masing. Ada yang mengembangkan usaha kerajinan, pembuatan keripik, dan lain sebagainya," paparnya.
Mantan Inspektur Tulangbawang itu menambahkan, untuk menampung pemasaran produk UMKM masyarakat tadi, Pemkab Tuba berencana membangun BMW Mart mini di kawasan unit II Kecamatan Banjar Agung.
"Ini untuk menampung hasil produk dari pelaku UMKM tadi. Mungkin mereka ada juga yang sudah memasarkan melalui online. Era sekarang kita nggak boleh ketinggalan oleh zaman, harus kreatif dan kolaboratif," terang Pahada.
Pahada juga mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir Pemkab Tuba rutin menggar festival UMKM di beberapa lokasi.
Hal ini, kata dia, sebagai wujud dukungan Pemkab Tulangbawang untuk pengembangan UMKM diwilayah setempat.
"Bahkan kita juga meraih rekor Muri untuk predikat bantuan dana terbanyak UMKM," tandasnya. (*)
(Tribunlampung.co.id/Endra)