Bandar Lampung

Langkah KPU Bandar Lampung Cegah Golput di Pemilu 2024

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedy Triadi mengatakan, golput masih terjadi pada pemilu tahun 2019 dan pilkada di tahun 2020.

Tayang:
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
screenshot
Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedy Triadi saat webinar. Langkah KPU Bandar Lampung cegah golput di Pemilu 2024. 

Tribunlampung.co id, Bandar Lampung - Salah satu hal yang sering terjadi setiap pemilu berlangsung adalah golput, yakni tidak ikut berpartisipasi untuk memilih pada saat pemilu.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedy Triadi mengatakan, golput masih terjadi pada pemilu tahun 2019 dan pilkada di tahun 2020.

Dilihat dari data pemilu 2019, data pemilih 638.174.

Dari jumlah tersebut, yang berpartisipasi ada 88 persen.

Sedangkan yang tidak berpartisipasi atau golput ada 12 persen.

Baca juga: Rampas Ponsel Bocah 5 Tahun, Pria di Bandar Lampung Diamankan Polisi

Baca juga: Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024, Berikut Rancangan yang Dibuat KPU

Sedangkan pada pilkada 2020, data pemilih ada 647 ribu.

Ada kenaikan dibanding pemilu 2019.

Tapi ada penurunan jumlah yang berpartisipasi, yakni hanya 69 persen.

Sisanya tidak berpartisipasi atau golput.

Penyebab masih adanya yang golput, diantaranya karena pada tahun 2020 ada pandemi covid-19 yang membuat khawatir akan terjadi cluster baru 

Penyebab lain golput karena ada yang apatis yakni tidak peduli dengan pemilu maupun pilkada.

Mereka menganggap pemilu maupun pilkada tidak akan menyelesaikan persoalan di sekitar mereka.

Kemudian pemilih pragmatis, yakni pemilih yang memilih karena ada kepentingan atau janji tertentu.

Selanjutnya pemilih ideologis yakni pemilih yang memilih karena sosok atau figur calon yang dipilih 

Namun ada juga pemilih yang rasional, yakni pemilih yang memilih karena ingin menyalurkan haknya untuk memilih dan menginginkan adanya perubahan. 

Untuk itulah KPU terus melakukan literasi dan sosialisasi terutama untuk pemilih yang apatis, agar golput tidak terjadi lagi pada pemilu 2024

Pandemi Covid-19 telah merubah strategi literasi dan sosialisasi, yakni luring dan pendekatan teknologi informasi yang salah satunya media sosial.

"Pendekatan teknologi informasi yang juga diterapkan KPU untuk melakukan literasi dan sosialisasi terhadap pemilih pemula. Selain pendekatan dengan mendatangi kampus dan perkantoran," kata Dedy dalam Bincang Politik, Rabu 25 Mei 2022.

Pemilih pemula adalah pemilih yang rasioanal dan kritis.

Untuk itu perlu dilakukan literasi dan pendekatan.

Berdasarkan data, jumlah pemilih pemula di tahun 2022 ada 13.982.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved