Bandar Lampung
Hadiri HUT ke 22 Apeksi, Menpan RB Sebut Paham Radikalisme Masih Jadi Ancaman bagi ASN
Ilustrasi - MenPAN dan RB Tjahjo Kumolo sebut paham radikalisme masih jadi acaman ASN.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia Tjahjo Kumolo mengatakan paham terorisme dan radikalisme dinilai masih mengancam Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia.
Hal itu diungkapkan Tjahjo Kumolo saat menghadiri gelaran HUT Apeksi ke 22 di Bandar Lampung pada Jumat (27/5/2022) kemarin.
Dikatakannya, paham radikalisme masih dapat ditemui dari individu, kelompok, dan golongan tertentu.
"Hati-hati, banyak orang yang pintar, bukanya konten soal radikalisme dan terorisme," ucap Tjahjo Kumolo.
Tak hanya paham radikalisme, menurut dirinya, masih banyak ancaman lainnya yang dihadapi ASN saat ini.
Baca juga: Apeksi Pantik Wali Kota se-Indonesia Tumbuhkan Ekonomi dari Aktivitas ASN
Baca juga: Namanya Dicatut Kasus CPNS Bodong Putri Nia Daniaty, Menteri Tjahjo Kumolo Buka Suara
Ancaman tersebut di antaranya korupsi, narkoba, dan bencana alam.
Khusus untuk narkoba, kata dia, ASN yang tertangkap sebagai pengedar, kepala daerah dan atau kepala instansi yang melekat harus dengan tegas dipecat tidak hormat
"Kalau dia pemakai segera direhabilitasi agar sembuh," jelas dia.
Untuk korupsi, ia meminta kepala daerah agar mengawasi setiap tindakan yang berkaitan dengan perencanaan, bantuan sosial, proses pengisian jabatan dan sebagainya yang sangat mungkin terjadinya korupsi dan gratifikasi.
Apeksi Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Seluruh wali kota se-Indonesia dipantik untuk mendesign proses pertumbuhan ekonomi dari kebijakan terhadap aparatur sipil negara di masing-masing lingkungan pemerintah kota.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya saat membuka gelaran HUT Apeksi ke-22 di Bandar Lampung, Jumat (27/5/2022).
Baca juga: Menpan Sebut Paham Terorisme Masih Jadi Ancaman ASN di Indonesia
Baca juga: Anak Ridwan Kamil Sebelum Hilang di Sungai Aare Swiss, Postingan Terakir Eril Jadi Sorotan
Di sana, terdapat 74 pemerintah kota hadir di ruangan yang sama dari 98 pemerintah kota yang ada di Indonesia.
Sementara, 54 kota diantara yang hadir, dipimpin langsung oleh sosok wali kota sebagai kepala daerah.
Menurut Bima Arya, selain aktivitas pasar, perilaku ASN juga berpotensi untuk menghadirkan peningkatan ekonomi bila diiringi dengan kebijakan yang tepat.
Dicontohkannya, hal sederhana yang bisa dihadirkan di lingkup kebijakan untuk ASN ialah peraturan berpakaian.