Metro
Wahdi Ajak Masyarakat Metro Kelola Bank Sampah
Wali Kota Metro Wahdi mengatakan, karena terbatasnya kemampuan dalam pengendalian sampah, pihaknya mengajak masyarakat bersama-sama untuk mengelola sa
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengaku keterbatasan sarana dan prasarana pengangkut serta infrastruktur menjadi kendala dalam upaya pengendalian sampah.
Wali Kota Metro Wahdi mengatakan, karena terbatasnya kemampuan dalam pengendalian sampah, pihaknya mengajak masyarakat bersama-sama untuk mengelola sampah dari rumah dan mengumpulkannya di Bank Sampah.
"Kita bersama sebagai pilot project community development untuk menggerakkan Bank Sampah menuju Metro berkelanjutan. Ini juga sesuai misi membangun dengan memikirkan lingkungan berkelanjutan," kata Wahdi saat dikonfirmasi di Bumi Perkemahan Sumbersari Bantul, Selasa (7/6/2022).
Dalam pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan akan selalu berkaitan dengan sampah.
Karenanya, Pemkot bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dan para afiliasinya melakukan gerakan peduli lingkungan dalam project Bank Sampah.
Baca juga: Yayasan Baitul Maal PLN Berikan Bantuan Ke Bank Sampah
"Pemkot tidak mampu melakukan dengan demikian besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan lingkungan itu, maka kita mengajak bersama, pihak-pihak yang peduli seperti Coca-Cola," katanya lagi.
Pemkot Metro juga telah mengupayakan pengendalian sampah tersebut dengan mengelola sampah itu di PDU (Pusat Daur Ulang) yang telah dapat mengolah sampah menjadi pupuk sebanyak 10 ton. Dimana 50 persen hasilnya (pupuk) telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kita juga sudah ada tiga kelompok vermikompos. Kelompok vermikompos ini yang memanfaatkan limbah rumah tangga organik seperti sayuran dan buah-buahan akan dikelola oleh cacing menjadi pupuk," imbuhnya.
Ia menambahkan, Bank Sampah menjadi solusi alternatif dalam penanggulangan sampah di Kota Metro. "Kita tidak hanya bekerjasama dengan para pemilik perusahaan saja, tapi juga memberdayakan masyarakat. Jadi dapat dua manfaatnya," tuntasnya.
( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )