Pesisir Barat

Way Haru Desa Terpencil di Ujung Bengkunat Pesisir Barat, Tak Ada Listrik dan Minim Fasilitas

Terhimpit di antara samudra Hindia dan TNBBS membuat pembangunan jalan menuju Pekon Way Haru masih sangat jauh dari kata layak.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Kondisi jalan berlumpur menuju Desa Way Haru. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Way Haru merupakan sebuah desa terpencil di ujung Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Terhimpit di antara samudra Hindia dan Tanaman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) membuat pembangunan jalan menuju Pekon Way Haru masih sangat jauh dari kata layak.

Way Haru merupakan satu satunya Pekon (Desa) yang masih terisolir hingga saat ini di Kabupaten Pesisir Barat.

Butuh tujuh jam perjalanan dengan berjalan kaki untuk menuju Desa Way Haru dari Kecamatan Bengkunat, dengan akses jalan terjal dan berlumpur.

Lalu, ketika kita bertanya Apakah arti Way Haru dan apa maknanya?

Baca juga: Krui Fair 2022 Sukses Digelar, Stand DPRD Pesisir Barat Jadi Pusat Perhatian Masyarakat

Baca juga: Sambangi Pesisir Barat, Tribun Lampung Disambut Hangat Agus Istiqlal

Maka jawabannya pasti akan sangat beragam. 

Di mata Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Way Haru mungkin berarti, wilayah enclave yang harus diawasi dengan ketat keberadaannya agar fungsi kawasan Taman Nasional Bukti Barisan Selatan (TNBBS) tetap kuat terjaga. 

Sebab KLHK melalui Balai Besar TNBBS memang bertugas memproteksi kawasan taman nasional dari segala bentuk aktivitas yang mengancamnya, termasuk aktivitas warga yang mungkin tidak paham fungsi taman nasional.

Kemudian, mungkin bagi kelompok bisnis Artha Graha Group, Way Haru adalah ladang bisnis berbalut konsep konservasi. 

Sebab, anak perusahaan mereka, PT Adhiniaga Kreasinusa adalah pemegang ijin pengelolaan TNBBS dalam bentuk resort mewah terpencil bernama Tambling Wildlife Nature Conservation. 

Wilayah kerja bisnis ini memang berbatasan langsung dengan Dusun Pengekahan yang merupakan dusun terjauh Way Haru

Maka, atas nama pemisahan diri tamu resort yang berciri eksklusif, upaya isolasi terhadap wilayah Way Haru dan sekitarnya menjadi penting. 

Lalu, apa arti dan makna Way Haru bagi Iman Sulaiman, petani asal Pekon Siring Gading, Way Haru sendiri.

Meski pembangunan di Way Haru compang camping tidak ada listrik dan sangat minim fasilitas, tidak mempunyai akses jalan yang layak, bagi Iman, Way Haru tetaplah merupakan tanah airnya.

Tanah air yang seharusnya sudah merdeka sebab merupakan bagian tak terpisahkan dari NKRI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved