Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Kanker Lambung, Gejala dan Pengobatannya

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu kanker lambung, penyebab dan bagaimana cara mengobatinya oleh dr Andi Siswandi Sp.B.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
dr Andi Siswandi, Sp.B. Apa itu kanker lambung, gejala dan pengobatannya. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kanker lambung adalah benjolan di dalam organ lambung.

Namun benjolan ini baru muncul pada kanker lambung stadium 3 atau 4.

dr Andi Siswandi, Sp.B dari Rumah Sakit DKT mengatakan, pada kanker lambung 0, 1, dan 2 belum ada benjolan.

Hanya ada kemerahan di lambungnya.

Pada kanker lambung stadium 0, pasien tidak akan merasakan gejala apapun.

Baca juga: Halo Dokter, Penyebab Daki dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Kegawatdaruratan Kehamilan

Namun ketika sudah mulai memasuki stadium 1 dan 2 pasien baru akan merasakan gejala.

"Gejala itu diantaranya adalah sering kembung, muntah berdarah, lemas, tidak nafsu makan, makan sedikit namun lambung terasa penuh, dan feses berwarna hitam pekat atau berwarna seperti aspal," kata dr Andi dalam bincang kesehatan, Kamis 23 Juni 2022. 

Penyebab kanker lambung yang mendominasi adalah keturunan.

Bisa dari orangtua, maupun kakek nenek.

Selain itu kanker lambung juga bisa disebabkan makan makanan berlemak, minum minuman beralkohol, kebiasaan merokok, jarang makan sayur dan buah, serta sering telat makan.

Tak hanya itu, kanker lambung juga bisa disebabkan infeksi helicobacter pylori, yakni bakteri yang bisa hidup didalam asam lambung. Helicobacter pylori sebabkan gastritis kronis, perubahan sel di mukosa lambung, lalu menyebabkan kanker lambung

Untuk memastikan seseorang mengalami kanker lambung dokter harus melakukan pemeriksaan endoskopi, biopsi, kemudian dilanjutkan ke laboratorium. 

Apabila dari hasil pemeriksaan memang benar kanker lambung, dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan stadium kanker lambungnya.

Misalnya stadium 2, 3, dan 4 pengobatan harus dengan operasi parsial atau total gastrektomi.

Dilanjutkan dengan kemoterapi yang dikombinasikan dengan radiasi, target sel terapi, atau imunoterapi.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved