Berita Lampung
Warga Kurang Mampu di Bandar Lampung Berharap Dapat Bantuan Seragam Sekolah
Warga Bandar Lampung mengharapkan bantuan seragam sekolah bisa terwujud. Terlebih bagi mereka yang merupakan pelamar biling.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga Bandar Lampung mengharapkan bantuan seragam sekolah bisa terwujud.
Keinginan mendapat bantuan seragam sekolah itu disampaikan oleh warga yang melamar program pendidikan bina lingkungan (biling) di Bandar Lampung.
Diketahui pelamar biling berasal dari kalangan kurang mampu hingga mengharapkan bantuan seragam sekolah.
"Harapannya bukan hanya pendidikan gratis, tapi juga mendapat seragam dan lainnya," kata Wawan, orangtua yang mendaftarkan anaknya di sebuah SMP Bandar Lampung, Kamis (7/7/2022).
Sebagai informasi, program biling merupakan besutan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang berlangsung sejak 2013 lalu.
Baca juga: Detik-detik Ibu dan Anak Meninggal di Bandar Lampung, Terobos Kebakaran Demi Anak
Baca juga: Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Penusukan Gadis Remaja di Rumah Indekos di Bandar Lampung
Program ini ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 49 tahun 2013 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru.
Program ini ditujukan untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu yang berdomisili dekat dengan sekolah pilihan.
Adapun bantuan seragam untuk pelajar SD dan SMP yang terdaftar pada program biling adalah bantuan rutin tahunan yang dihadirkan pemerintah kota setempat.
Sayangnya, pada tahun 2021 kemarin tidak ada alokasi anggaran untuk realisasi bantuan tersebut.
Padahal, merujuk pada riwayat belanja daerah melalui laman lpse.bandarlampungkota.go.id, bantuan seragam tercacat hadir setiap tahun mulai dari tahun 2013 hingga tahun 2020.
Tidak adanya bantuan seragam itu dibenarkan oleh salah satu tenaga kependidikan yang identitas dan lokasi bertugasnya diminta untuk dirahasiakan secara menyeluruh.
"Iya benar, kita sebagai pelaksana pendidikan ikut regulasi saja, kalau ada bantuan yang kita terima dan salurkan ke murid, kalau tidak ya tidak apa," kata dirinya.
Baca juga: Ibu dan Anak Meninggal Kebakaran di Bandar Lampung Dimakamkan Hari Ini
Baca juga: Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Ibu dan Anak Korban Kebakaran di Bandar Lampung
Tidak adanya bantuan di tahun sebelumnya dinilai pelaksana pendidikan itu sebagai hal yang wajar dan tidak terlalu bermasalah.
"Tahun lalu proses pendidikan masih daring dan kita juga maklum karena masih pandemi covid-19, tahun ini kita sih berharap bantuan itu ada lagi, sehingga murid yang orang tuanya berekonomi rendah bisa belajar dengan nyaman," ungkap dia.
"Karena kan pembelajaran sudah tatap muka secara normal saat ini," lanjut dia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/PPDB-di-SMKN-1-Balam.jpg)