Kesehatan
Kenali Tiga Ciri Awal Gejala Autis pada Anak
dr Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dari Rumah Sakit Hermina Lampung mengatakan, seorang anak dikatakan autis jika memenuhi tiga syarat.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Teguh Prasetyo
Setelah menyingkirkan semua kemungkinan, dan dipastikan anak mengalami autis, dokter akan membantu anak itu bersama dengan dokter lain sesuai dengan yang dialami anak
Contohnya jika anak mengalami gangguan makan, dokter akan merujuk ke dokter spesialis THT
Dokter spesialis THT akan memberikan terapi untuk mengatasi gangguan makannya.
Baca juga: Sekolah Anak Autis Lampung Ludes Dilalap Api, Kerugian Rp 100 Juta
Contoh lain, kalau anak mengalami gangguan bicara, dokter anak akan merujuk ke dokter rehabilitasi medik untuk diberikan terapi bicara.
Namun terapi bicara diberikan setelah terapi sensorik integrasi dan okupasi
Terapi sensori integrasi agar anak bisa mengenali keberadaan orang lain
Kalau anak tidak mengenali keberadaan orang lain bagaimana bisa terapi bicara anak
Kemudian terapi okupasi untuk melatih anak agar bisa lebih fokus
Selain terapi diberikan dokter, orangtua juga bisa melanjutkan terapi dirumah sesuai petunjuk dokter.
"Sebab, terapi dokter kan tidak setiap hari, jadi butuh terapi lanjutan dirumah," kata dr Roro.
Selain memberikan terapi, orangtua juga bisa memberikan pendidikan untuk anak sesuai dengan kemampuan dan IQ yang ada dimiliki anak.
Pendidikan harus diberikan untuk anak autis, dengan tujuan agar anak bisa mendapatkan pendidikan sekaligus bisa menggali kecerdasan atau keahlian.
Orangtua harus paham, kalau anak autis bukan berarti anak itu bodoh.
Anak autis sama seperti anak lain, yakni memiliki kecerdasan dan keahlian suatu bidang.
"Bahkan banyak anak autis yang memiliki kecerdasan yang melebihi anak normal," ucap dr Roro
(Tribunlampung.co.id/Jelita Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-Roro-Rukmi-Windi-Perdani-SpA-dari-Rumah-Sakit-Hermina-Lampung.jpg)