Berita Terkini Artis

Kondisi Terkini Gus Samsudin setelah Ribut dengan Pesulap Merah, Padepokan Ditutup

Kondisi terbaru Gus Samsudin kini tidak boleh menerima pasien atau tamu di Padepokan Nur Dzat Sejati.

Instagram @marcelradhival1
Gus Samsudin dan Pesulap Merah. Kondisi terbaru Gus Samsudin setelah berseteru dengan Pesulap Merah kini dilarang menerima pasien atau tamu di Padepokan Nur Dzat Sejati. 

Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Kondisi terkini Gus Samsudin setelah berseteru dengan Pesulap Merah hingga didemo warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Minggu (21/7/2022). 

Gus Samsudin kini tidak diperkenankan menerima pasien atau pun kunjungan tamu di Padepokan Nur Dzat Sejati sampai ada keputusan dari Bupati Blitar dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

Meski demikian, selama masa penutupan sementara itu Gus Samsudin boleh melaksanakan pengobatan, tetapi harus di luar Padepokan Nur Dzat Sejati.

Diketahui, Gus Samsudin selama ini sudah memiliki izin praktik pengobatan tradisional dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Selain itu, polisi juga tetap menerjunkan personel untuk mengamankan padepokan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Baca juga: Beredar Video Gus Samsudin Minta Maaf, Ngaku Tidak Sakti dan Cuma Settingan Untuk Konten

Baca juga: Makin Panas, Pesulap Merah Tantang Gus Samsudin Buktikan Keahliannya di Jakarta

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, polisi akan tetap melaksanakan pengamanan di Padepokan Nur Dzat Sejati. Penjagaan langsung di lokasi diserahkan kepada Polsek Kademangan.

“Peleton tetap kita siagakan di markas (Polres Blitar) dan akan bergerak cepat ke lokasi jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom.

Larangan Gus Samsudin membuka padepokan merupakan hasil mediasi antara Gus Samsudin dan warga Desa Rejowinangun di Kantor Polres Blitar, pada Selasa (2/8/2022).

Mediasi berlangsung cukup alot selama tujuh jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 19.30 WIB. 

Dalam mediasi yang juga diikuti sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (ormas), tokoh agama dan masyarakat itu disepakati untuk memperpanjang penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati. 

Kepala Polres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, mediasi itu telah mengumpulkan informasi dan masukan dari berbagai pihak untuk menjadi acuan pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar dalam beberapa hari ke depan.

“Penutupan sementara. Hasil kesepakatan tetap mengimbau kepada padepokan untuk tidak melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Adhitya kepada wartawan usai mediasi, Selasa malam.

Baca juga: Vicky Prasetyo Ungkap Hubungan Spesialnya dengan Nathalie Holscher

Baca juga: Iqlima Kim Ngaku Dijanjikan Rp 50 Juta Jika Mau Berhubungan Dengan Razman Nasution

“Sementara (Padepokan) tidak menerima pasien atau pun kunjungan tamu untuk menjaga kondusivitas wilayah,” tambahnya.

Sampai kapan penutupan padepokan itu? 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved