Berita Lampung

Wabah PMK Tidak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pasar Kota Agung Tanggamus Lampung

Namun adanya wabah PMK pada hewan ternak ini, tidak membuat peminat daging sapi menurun di Pasar Kota Agung, Tanggamus, Lampung.

Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dickey Ariftia Abdi
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kota Agung. Wabah PMK tidak pengaruhi harga daging sapi di Pasar Kota Agung Tanggamus Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Wabah Penyakit mulut dan kuku (PMK) sedang marak dimana-mana. 

PMK ini biasa menjangkit ke hewan ternak seperti sapi dan kambing. 

Namun adanya wabah PMK pada hewan ternak ini, tidak membuat peminat daging sapi menurun di Pasar Kota Agung, Tanggamus, Lampung.

Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Tribun Lampung kepada salah satu pedagang yang ada di Pasar Kota Agung

Hendro (33) mengatakan tidak ada penurunan omzet penjualan daging sapi yang ia jual di Pasar Kota Agung

"Untuk terkait penyakit PMK tidak ada penurunan pembeli," katanya, Selasa (9/8/22).

Baca juga: Remaja di Pringsewu Lampung Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Rumahnya

Baca juga: Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau, Jadi Kado Hari Gajah Sedunia dan HUT Ke-77 RI

Hendro juga mengatakan untuk harga dari daging sapi juga tidak ada perubahan. 

Secara tidak langsung virus PMK ini tidak berpengaruh pada harga penjualan daging sapi. 

Ia mengatakan dari bulan Idul Adha sampai dengan sekarang harga daging sapi tetap normal. 

"Memang tidak ada kenaikan tetap Rp 140 ribu perkilo," katanya.

Hendro juga mengungkapkan biasanya dalam tiga hari dagangan miliknya sudah ludes terjual.

Ia sebagai penjual juga memberikan ciri-ciri dari daging yang telah terjangkit PMK

Ciri yang pertama daging sapi tersebut tidak seperti daging segar pada umumnya. 

Jadi daging sapi yang sudah terjangkit memiliki warna yang pucat dan tidak seperti daging pada umumnya. 

Yang kedua daging yang sudah terjangkit PMK cenderung lebih berlendir ketimbang daging yang sehat.

Selain berlendir daging yang telah terjangkit PMK ini lebih berair dari biasanya. 

"Biasanya daging yang bagus itu warnanya merah jadi masih segar," katanya.

Untuk di Kabupaten Tanggamus sendiri pemerintah sudah mengadakan beberapa program. 

Program ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus PMK yang membahayakan bagi hewan ternak. 

Beberapa kali Pemerintah Kabupaten Tanggamus melakukan vaksinasi hewan ternak milik warga dalam usaha mencegah penyebaran virus PMK ini.

(Tribunlampung.co.id/Dickey Ariftia)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved