Kesehatan

Penyebab, Penularan, Gejala dan Cara Atasi Pneumonia

Pneumonia merupkan infeksi akut di paru-paru yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, parasit, atau organisme lain. Berikut gejala, cara obatinya.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Andreas Infianto, MM, SpP (K), FISR. Penyebab, penularan, gejala dan cara atasi Pneumonia. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pneumonia adalah infeksi akut di paru-paru yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, parasit, atau organisme lain.

dr Andreas Infianto, MM, SpP (K), FISR dari Rumah Sakit Advent Bandar Lampung mengatakan, seseorang bisa terkena pneumonia karena tertular dari orang lain yang sudah lebih dahulu terkena pneumonia.

"Penularannya bisa melalui inhalasi, droplet, atau batuk," kata dr Andreas dalam Bincang Kesehatan, Kamis, 18 Agustus 2022.

Tertular pneumonia bisa dari orang di sekitarnya dan bisa dari rumah sakit.

Saat dirawat di rumah sakit awalnya tidak terkena pneumonia, tapi tahu-tahu pada hari keempat atau kelima demam dan batuk.

Setelah diperiksa, ternyata terkena pneumonia dari pasien lain.

Ada juga yang terkena pneumonia karena ada dahak yang berkumpul di tenggorokan, dan tidak bisa dikeluarkan karena mengalami stroke.

Gejala pneumonia adalah demam, batuk, dan ada dahak.

Dahak pneumonia beda dengan dahak batuk, yakni dahaknya kental, berwarna hijau atau putih kekuningan, dan bahkan bisa disertai dengan darah serta berbau amis.

Beberapa yang terkena pneumonia juga bisa mengalami sesak nafas dan sakit pada dada.

Untuk memastikan seseorang mengalami pneumonia dokter akan melakukan rontgen.

Jika sudah dipastikan mengalami pneumonia dokter akan memberikan pengobatan ke pasien dengan melihat kondisi pasien.

Kalau kondisinya masih ringan yakni demam, batuk, dan ada dahak, dokter akan memberikan antibiotik spektrum luas dan dokter akan meminta untuk istirahat total di rumah.

Setelah menjalani perawatan di rumah selama 7-10 hari, harus datang kerumah sakit agar kondisinya bisa dievaluasi oleh dokter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved