Berita Lampung

Ancaman Serangan Hama, Petani di Pesawaran Lampung Mulai Semprot Padi

Memasuki bulan masa panen padi yang akan dilakukan di Pesawaran, petani merasa penting menanggulangi Ancaman Serangan Hama.

Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Ahmad Sugiyo warga Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung memperlihatkan lahan sawah miliknya yang sudah menguning, Minggu(21/08/2022). Petani mulai melakukan persiapan hadapi Ancaman Serangan Hama. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran-  Menjelang bergulirnya masa panen padi  petani mulai melakukan penyemprotan untuk antisipasi Ancaman Serangan Hama, Minggu (21/08/2022).

Di sepanjang jalan Branti Raya Pesawaran hamparan padi terlihat sudah semakin meninggi dan mulai menguning pada padinya. Saat kondisi tersebut Ancaman Serangan Hama terjadi.

Tentunya ini sudah memasuki pada bulan-bulan masa panen padi yang akan dilakukan oleh petani di Pesawaran. Oleh karena itu petani merasa penting menanggulangi Ancaman Serangan Hama.

Hal ini juga yang sudah dipersiapkan oleh Ahmad Sugiyo warga Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan yang baru saja selesai dari aktivitasnya di sawah miliknya.

Pria berusia 60an tahun tersebut menjelaskan bahwa pada bulan Agustus hingga bulan September sawah miliknya akan melangsungkan panen.

Baca juga: Cegah Stunting di Pesawaran, Masyarakat Diminta Terapkan Pola Hidup Sehat

Baca juga: Profil Yusak Ketua DPD Golkar Pesawaran, Bersepeda Turun ke Masyarakat

Dengan lahan satu hektar miliknya tersebut, tentunya sudah banyak hal yang ia persiapkan dalam antisipasi serangan hama.

Serangan hama tersebut dikatakannya akan menyerang sawah miliknya apabila padi sudah mulai berisi dan menguning.

Dalam antisipasi serangan hama tersebut, Sugiyo sudah mempersiapkan segala sesuatunya, tentu yang utamanya adalah obat hama.

"Walang sangit biasanya yang pasti ada kalau sudah mau musim panen seperti ini, rusak kalau sudah diserang. Bikin kopong padi" ungkapnya kepada Tribun Lampung.

Tentunya itu bisa merugikan sekali jika tidak di lakukan pencegahan. Sebab jika tidak ditanggulangi akan menular ke lahan sawah lainnya.

Dan yang membuat fatal adalah padi akan memutih tanpa isi lalu gagal panen.

Ia mengakui jika memang selalu ada serangan walang sangit pada lahan sawah miliknya, maka dengan demikian ia menyiapkan obat hama jenis Ragent.

Baca juga: Bupati Dendi Beri Hadiah Liburan ke Pahawang kepada Paskibraka Pesawaran

Baca juga: Baznaz Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar kepada 3 Ribu Mustahiq di Pesawaran

Harga Regent yang ia beli untuk ukuran 250 ml adalah Rp 90 ribu.

Obat hama tersebut akan disemprotkannya pada areal sawah yang sudah menguning dan padi sudah mulai berisi.

Dalam antisipasinya tersebut, ia menyemprotkan 2 tangki campuran air dan obat hama tersebut pada padi miliknya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved