Berita Terkini Nasional

Presiden Jokowi Buka Suara Soal Harga BBM Subsidi Bakal Naik Pekan Ini

Presiden Jokowi buka suara soal kabar mengenai kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, akan naik mulai pekan ini.

Tayang:
Kanal YouTube Sekretariat Presiden via Tribunnews.com
Presiden Jokowi saat menghadiri pengarahan ke pimpinan KADIN Provinsi se-Indonesia di TMII, Jakarta Timur pada Selasa (23/8/2022). Presiden Jokowi buka suara soal kabar mengenai kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, akan naik mulai pekan ini. 

Misal, kendaraan roda dua, angkutan umum, dan sarana kendaraan publik tetap mendapatkan BBM subsidi.

"Mobil-mobil yang boleh membeli BBM subsidi misal mobil keluaran 2005 ke bawah. Dia boleh menggunakan subsidi."

"Tapi mobil di atas 2005 dia wajib menggunakan BBM non subsidi," tutur Said.

Said berujar, sebelum energi terbarukan siap beroperasi atau energi listrik siap beroperasi, sebaiknya pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

DPR: Tak Ada Alasan Menaikkan Harga BBM Subsidi

Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menilai langkah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak tepat.

Karena harga minyak dunia sedang turun dan berada di kisaran 90 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Rofik berujar, tidak ada alasan menaikkan BBM saat ini, lantaran dana subsidi dan kompensasi sudah dialokasikan dengan asumsi harga ICP 100 dolar AS per barel.

Harga minyak dunia per 21 Agustus 2022 sudah 90 dolar AS per barel dengan rincian West Texas Intermediate (WTI) Crude sebesar 89.63 dolar AS per barel dan Brent Crude sebesar 95,50 dolar AS per barel.

Artinya, ucap Rofik, bantalan anggaran yang telah disediakan sudah sesuai dalam menampung fluktuasi harga minyak dunia.

"Buat apa menyediakan dana bantalan ini kalau pada akhirnya harga BBM naik juga."

"Masyarakat tidak bisa mencerna logika berpikir seperti ini."

"Lagi-lagi mereka merasa dikorbankan dan dikalahkan kepentingannya," ucap Rofik dalam keterangannya, Selasa (23/8/2022).

Rofik menilai, banyak alokasi anggaran yang ditujukan untuk proyek-proyek infrastruktur transportasi yang jauh dari mensejahterakan rakyat.

Namun nilai investasinya sangat besar seperti bandara, pelabuhan, dan kereta cepat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved