Advertorial
DPRD Bandar Lampung Terima Aspirasi Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Terkait BBM
Kenaikan harga BBM memberatkan masyarakat kecil berpendapat rendah, yang mana untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sudah sulit di tengah kondisi masih
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menyalurkan aspirasinya kepada DPRD Kota Bandar Lampung berkaitan dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Mereka di terima ketua DPRD Bandar Lampung H. Wiyadi SP, MM. di dampingi Wakil Ketua III Edison Hadjar, SE. dari Fraksi PAN; Ketua Bapemperda Sudibyo Putra, S.Hi. Fraksi Nasdem; serta Hi. Handrie Kurniawan dari Franksi PKS.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknokrat Indonesia menilai kenaikan harga BBM memberatkan masyarakat kecil berpendapat rendah, yang mana untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sudah sulit di tengah kondisi masih pandemi Covid-19.
"Kami menyampaikan rasa penuh keprihatinan atas kenaikan harga bahan bakar minyak oleh pemerintah Indonesia karena sangat menyulitkan rakyat kecil yang berpendapatan rendah," ungkap Ketua BEM Universitas Teknokrat Indonesia Akbar Maulana melalui keterangan tertulis, Rabu (14/9/2022).
Kenaikan harga BBM akan menyebabkan naiknya tingkat harga-harga umum maupun kebutuhan pokok sehari-hari serta dikhawatirkan menyebabkan inflasi .
"Di sisi lain kami juga berusaha mencoba memahami langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini yang tidak populer, yang diibaratkan seperti buah simalakama," paparnya.
BEM UTI menyampaikan beberapa aspirasi
untuk leninjauan kembali kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM melalui 5 poin pernyataan sebagai berikut :
1. Kami mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia untuk dapat meninjau dan mengevaluasi kembali kebijakan menaikan harga BBM yang dapat menyengsarakan rakyat kecil.
2. Kami mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia dapat menunda kenaikan harga BBM hingga kestabilan ekonomi rakyat pasca pandemi Covid-19 mereda.
3. Kami mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia meninjau kembali kenaikan harga BBM dengan persentasi kenaikan yang lebih rendah dari harga saat ini.
4. Kami mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia agar Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dapat dilaksanakan dengan tepat guna dan tepat sasaran.
5. Kami mengharapkan Pemerintah Republik Indonesia agar mengambil langkah - langkah preventif atas dampak negatif dari kebijakan yang telah diputuskan.
"Pernyataan ini kami sampaikan didasarkan atas keprihatinan kondisi dan stabilitas ekonomi rakyat saat ini," tandasnya.
Mahasiswa UTI lainnya menambahkan, kalaupun harga BBM tidak bisa turun kembali paling tidak harus imbang dengan penghasilan yang didapatkan masyarakat.
Sehingga dalam hal ini UMR bisa diselaraskan dengan pengeluaran berbagai kebutuhan yang semakin naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DemoBBM.jpg)