Berita Terkini Nasional

Wanita Emas Ngamuk Saat Dijemput Paksa Kejaksaan Agung, Simak Profilnya

Hasnaeni Moein alias Wanita Emas ngamuk saat dijemput paksa Kejaksaan Agung. Aksi wanita emas pun viral di media sosial.

Editor: taryono
Tribunnews.com
Hasnaeni Moein alias Wanita Emas. Hasnaeni Moein alias Wanita Emas ngamuk saat dijemput paksa Kejaksaan Agung. Aksi wanita emas pun viral di media sosial. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Hasnaeni Moein alias Wanita Emas ngamuk saat dijemput paksa Kejaksaan Agung.

Wanita Emas terseret kasus korupsi dana di lingkungan PT Waskita Beton Precast periode 2016-2020.

Saat ini, Wanita Emas telah berstatus sebagai tersangka dugaan kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,58 triliun.

Sebelumnya Hasnaeni meminta dirawat di rumah sakit MMC Jakarta karena mengaku sakit.

Lantas siapa sosok Hasnaeni Moein Wanita Emas ini?

Baca juga: Pinkan Mambo Jual Pisang Goreng demi Bertahan Hidup

Baca juga: Inez Gonzales Tiba-tiba Cabut Gugatan Terhadap Suami Zaskia Gotik, Damai?

Nama Hasnaeni sebenarnya sudah mencicipi panggung politik sebelum Pilkada DKI Jakarta.

Dulu Hasnaeni bergabung dengan Partai Demokrat.

Wajahnya tersebar di penjuru kota, baik di baliho, poster, stiker angkutan umum, dan juga spanduk.

Dikutip dari Kompas.com, dalam poster yang tersebar terselip julukan Wanita Emas yang diambil dari kalimat Era Masyarakat Sejahtera.

Dengan membawa nama Wanita Emas, Hasnaeni berharap bisa mnejadi wanita yang membawa kesejahteraan untuk masyarakat luas.

Baca juga: Arie Kriting dan Indah Permatasari Datang Temui Nursyah dan Meminta Maaf

Baca juga: Angga Wijaya Klarifikasi soal Dewi Perssik Mual Muntah dan Tunjukkan Test Pack 2 Garis

Dikutip dari GridHITS.id, tahun 2010, Hasnaeni pernah menjadi bakal calon wali kota Tangerang Selatan dengan menggandeng Saiful Jamil.

Namun di tengah perjalanan, Saiful Jamil mundur dan membuat Hasnaeni tak jadi maju menjadi calon wali kota Tangerang Selatan.

Ia kembali mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DKI Jakarta pada Pemilu 2014.

Lagi-lagi upayanya belum berhasil.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved