Berita Lampung

Tim Gabungan Polres Tulangbawang Lampung Ringkus Pelaku Asusila, Todongkan Senpi ke Korban

Pelaku tindak asusila di Tulangbawang lakukan tindak asusila sambil todongkan senpi ke korban di depan ibunya.

Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Polres Tulangbawang
Barang bukti hasil penyitaan terhadap WH (39) pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang berupa senpi rakitan dan ada sabu. 

Saat keluar dirinya sudah melihat korban lakukan tindak asusila kepada putrinya.
"Pelaku juga menodong kepala korban dengan senpi sembari memberikan ancaman," ungkapnya.

Karena peristiwa itu dilihat langsung oleh ibu kandung korban yang sudah keluar kamar, pelaku tiba-tiba langsung melarikan diri pergi dari rumah korban.

"Karena sebelumnya masih takut (trauma), korban tidak berani bercerita siapa pelaku tersebut kepada orang tuanya," ujarnya.

Sehingga, kini ibu kandung korban baru melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Tulangbawang, pada hari Jumat (23/09/2022) siang kemarin.

"Berbekal laporan dari ibu kandung korban, petugas kami langsung mencari keberadaan pelaku dan kurang dari 24 jam pelaku berhasil ditangkap," jelas Kapolres.

Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti (BB) berupa senjata api (senpi) rakitan jenis revolver warna silver gagang kayu.

Serta 8 butir amunisi aktif call 5,56 mm, dan dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,39 gram.

"Semua barang bukti itu berhasil kami sita dari tangan pelaku," tegasnya.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulangbawang dan dikenakan dengan tiga pasal berlapis.

Atas perbuatan asusila, pelaku dikenakan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Pelaku juga dikenakan pasal kepemilikan senpi rakitan dan amunisi ilegal dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951.

"Diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun," terang Kapolres.

Selain itu atas kepemilikan narkotika, pelaku juga dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009.

Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved