Liga Inggris
Mantan Pelatih Chelsea Beber 4 Kegagalan Transfer Pemain Era Abramovich
Mantan pelatih Chelsea Andre Villas-Boas mengungkap ada empat pemain yang gagal pindah ke Chelsea semasa kepemilikan Roman Abramovich.
Gelandang yang juga transfernya gagal ke Chelsea ialah Joao Moutinho.
Sama seperti Luka Modric, Joao Moutinho juga bertubuh relatif kecil untuk standar pemain Eropa.
Namun, Joao Moutinho terkenal dengan daya jelajahnya yang tinggi sebagai gelandang box to box.
Kala itu, ungkap Andre Villas-Boas, Roman Abramovic berjanji mendatangkan gelandang andalan Timnas Portugal itu sebagai alternatif seandainya gagal menggaet Luka Modric.
"Jika kesepakatan dengan Luka Modric tidak berhasil dilakukan, maka kesepakatan dengan Joao Moutinho harus dilakukan. Itulah janji Roman Abramovic saat itu," ujar Andre Villas-Boas.
Joao Moutinho memang akhirnya pindah ke Liga Inggris setelah pernah memperkuat dua klub Portugal, Sporting CP dan FC Porto, serta terakhir bermain di klub Prancis AS Monaco.
Namun, bukan Chelsea yang dituju Joao Moutinho, melainkan Wolverhampton Wanderes, di mana ia bergabung pada 2018 lalu.
“Joao Moutinho akhirnya pindah ke Liga Inggris setelah kami mencoba (melamarnya), dan semua orang telah melihat pemain seperti dia," kata Andre Villas-Boas tentang Joao Moutinho yang merebut Piala Eropa 2016 bersama Portugal itu.
3. Carlos Tevez
Pemain berikutnya yang gagal menuju Stadion Stamford Bridge adalah striker berbahaya Carlos Tevez.
Andre Villas-Boaz membeberkan, salah satu direktur Chelsea Marina Granovskaia pernah menginginkan Carlos Tevez memperkuat The Blues.
Namun, entah mengapa Marina Granovskaia tiba-tiba mengurungkan niatnya mendapatkan penyerang berpaspor Argentina itu untuk Chelsea.
“Roman Abramovic merasa putus asa. Tidak ada Luka Modric, tidak ada Joao Moutinho. Radamel Falcao sempat datang tapi kemudian Marina Granovskaia menginginkan Carlos Tevez, dan tiba-tiba dia tidak lagi menginginkan Carlos Tevez," ujar pelatih berkebangsaan Portugal itu.
Semasa Andre Villas-Boas membesut Chelsea, Carlos Tevez memperkuat Manchester City.
Kala itu, Manchester City menjelma sebagai kekuatan baru di Liga Inggris dengan pengaruh modal dari Sheikh Mansour, juragan asal Uni Emirat Arab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kegagalan-chelsea.jpg)