Liga Inggris
Mantan Pelatih Chelsea Beber 4 Kegagalan Transfer Pemain Era Abramovich
Mantan pelatih Chelsea Andre Villas-Boas mengungkap ada empat pemain yang gagal pindah ke Chelsea semasa kepemilikan Roman Abramovich.
Tribunlampung.co.id - Mantan pelatih Chelsea Andre Villas-Boas membeberkan empat kegagalan transfer pemain era kepemilikan Roman Abramovich.
Menurut Andre Villas-Boas, gagalnya proses transfer empat pemain itu terjadi pada waktu-waktu terakhirnya melatih Chelsea di era Roman Abramovich pada 2012.
Andre Villas-Boas pun menyebut Roman Abramovich sampai putus asa gara-gara Chelsea tidak berhasil menggaet empat pemain ini.
Apalagi, empat pemain itu rata-rata mendulang dengan memilih klub lain ketimbang Chelsea.
Siapa saja empat pemain tersebut?
Baca juga: Pemilik Chelsea Temukan Benoit Badiashile Calon Suksesor Bek Antonio Rudiger
Baca juga: Chelsea Siapkan Rp 816 Miliar, Tawar Lagi Bek Inter Denzel Dumfries di Bursa Transfer Januari 2023
1. Luka Modric
Satu di antaranya adalah Luka Modric yang masih memperkuat Real Madrid di usianya yang kini sudah 37 tahun.
Saat itu, Luka Modric sedang memperkuat Tottenham Hotspur.
Luka Modric menjelma sebagai salah satu gelandang mumpuni di Eropa.
Meskipun tubuhnya relatif kecil untuk ukuran pemain Benua Biru, Luka Modric memiliki teknik, visi, dan daya juang sebagai gelandang pengangkut air.
Chelsea pun tertarik, tetapi gagal mendapatkannya.
Namun, pemain berpaspor Kroasia itu memilih berlabuh di Real Madrid pada 2012 hingga berhasil memenangkan lima gelar Liga Champions.
“Kami melewatkan kesepakatan dengan Luka Modric pada awal musim," kata Andre Villas-Boas kepada The Telegraph, dilansir dari football.london.
Baca juga: Alasan Richarlison Lebih Sreg Tottenham Hotspur Ketimbang Chelsea dan Arsenal
Baca juga: Pelatih Chelsea Graham Potter Incar Gelandang Inter Milan Nicolo Barella
"Saya pikir kami telah menyelesaikan kesepakatan dengan Luka Modric, tetapi dia berlabuh di Real Madrid pada musim berikutnya," imbuh Andre Villas-Boas.
Gelandang yang juga transfernya gagal ke Chelsea ialah Joao Moutinho.
Sama seperti Luka Modric, Joao Moutinho juga bertubuh relatif kecil untuk standar pemain Eropa.
Namun, Joao Moutinho terkenal dengan daya jelajahnya yang tinggi sebagai gelandang box to box.
Kala itu, ungkap Andre Villas-Boas, Roman Abramovic berjanji mendatangkan gelandang andalan Timnas Portugal itu sebagai alternatif seandainya gagal menggaet Luka Modric.
"Jika kesepakatan dengan Luka Modric tidak berhasil dilakukan, maka kesepakatan dengan Joao Moutinho harus dilakukan. Itulah janji Roman Abramovic saat itu," ujar Andre Villas-Boas.
Joao Moutinho memang akhirnya pindah ke Liga Inggris setelah pernah memperkuat dua klub Portugal, Sporting CP dan FC Porto, serta terakhir bermain di klub Prancis AS Monaco.
Namun, bukan Chelsea yang dituju Joao Moutinho, melainkan Wolverhampton Wanderes, di mana ia bergabung pada 2018 lalu.
“Joao Moutinho akhirnya pindah ke Liga Inggris setelah kami mencoba (melamarnya), dan semua orang telah melihat pemain seperti dia," kata Andre Villas-Boas tentang Joao Moutinho yang merebut Piala Eropa 2016 bersama Portugal itu.
3. Carlos Tevez
Pemain berikutnya yang gagal menuju Stadion Stamford Bridge adalah striker berbahaya Carlos Tevez.
Andre Villas-Boaz membeberkan, salah satu direktur Chelsea Marina Granovskaia pernah menginginkan Carlos Tevez memperkuat The Blues.
Namun, entah mengapa Marina Granovskaia tiba-tiba mengurungkan niatnya mendapatkan penyerang berpaspor Argentina itu untuk Chelsea.
“Roman Abramovic merasa putus asa. Tidak ada Luka Modric, tidak ada Joao Moutinho. Radamel Falcao sempat datang tapi kemudian Marina Granovskaia menginginkan Carlos Tevez, dan tiba-tiba dia tidak lagi menginginkan Carlos Tevez," ujar pelatih berkebangsaan Portugal itu.
Semasa Andre Villas-Boas membesut Chelsea, Carlos Tevez memperkuat Manchester City.
Kala itu, Manchester City menjelma sebagai kekuatan baru di Liga Inggris dengan pengaruh modal dari Sheikh Mansour, juragan asal Uni Emirat Arab.
Carlos Teves yang dibajak dari rival abadi Manchester United menjadi andalan Manchester City dari 2009 hingga 2013.
Di Manchester Biru, Carlos Teves bermain 138 kali dengan mencetak 58 gol.
Carlos Tevez menjadi bagian dari tim Manchester City yang akhirnya berhasil merebut gelar juara Liga Inggris pertama setelah 44 tahun.
Dalam pertandingan penentu di akhir musim 2011-2012, Manchester City secara dramatis menang 3-2.
Gol kemenangan dicetak oleh Sergio Aguero pada injury time babak kedua.
4. Alvaro Pereira
Pemain keempat yang proses transfernya ke Chelsea gagal adalah bek kiri Alvaro Pereira.
Chelsea tidak berhasil mendapatkan pemain belakang Porto itu hampir bersamaan dengan gagalnya perpindahan Joao Moutinho.
"Kesepakatan transfer Joao Moutinho harus dilakukan dengan Porto (setelah gagalnya transfer Luka Modric), tapi masalahnya kemudian adalah kesepakatan untuk bek kiri Porto Alvaro Pereira juga gagal," kata Andre Villas-Boas.
Alvaro Pereira, pemain berpaspor Uruguay itu, baru menginjakkan kaki di Eropa setelah lama bermain di Liga Argentina.
Pada prosesnya, Alvaro Pereira memilih hengkang ke Inter Milan pada 2012.
Tak Ingin Disalahkan
Soal gagalnya empat pemain itu pindah ke Chelsea, Andre Villas-Boas enggan disalahkan meskipun kegagalan itu terjadi pada akhir-akhir dirinya bekerja di Stamford Bridge.
"Kegagalan yang tidak bisa Anda menyalahkan seorang pelatih," ujar Andre Villas-Boas.
Roman Abramovic yang membeli Chelsea dengan harga murah pada 2003 dari Ken Bates dikenal karena dua hal: menghambur-hamburkan kan uang serta mempekerjakan dan memecat manajer dengan cepat.
Sementara Andre Villas-Boas dikenang oleh pendukung Chelsea juga Tottenham Hotspur sebagai salah satu manajer terburuk.
Andre Villas-Boas yang namanya melambung saat melatih FC Porto pernah membuat sejumlah keputusan kontroversial.
Misalnya, ia pernah mengisolasi Didier Drogba dan beberapa pemain senior Chelsea lainnya karena dinilai tidak efektif dengan strateginya. (Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kegagalan-chelsea.jpg)