Tempat Wisata di Lampung

Tempat Wisata di Lampung, Bongkahan Batu Tapak di Pesisir Barat

Selain sepasang telapak kaki manusia, di atas batu itu juga terdapat cetakan telapak kaki hewan, seperti rusa dan monyet.

Tayang:
Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Batu tapak yang ada di Pekon Way Sindi Hanuan, Pesisir Barat Lampung. 

Setelah melakukan musyawarah penduduk asli waktu itu lantas menceritakan hasil musyawarah tersebut kepada Syeh Muhamad Ngambihi 

"Disebabkan karena pendirian Adat itu merupakan sesuatu yang sangat sakral, maka syarat untuk mendirikan Adat itu harus melakukan semacam ritual atau sayembara untuk menetapkan seorang menjadi raja," bebernya.

Di antara ritual itu harus melakukan pengorbanan darah seorang gadis yang masih suci.

"Salah satu syaratnya gadis itu harus cantik, bersih dan masih perawan, serta tidak mempunyai daun telinga," jelasnya.

"Barang siapa yang mampu menemukan wanita seperti itu maka dia berhak dinobatkan sebagai raja," lanjutnya.

Setelah beberapa tahun berlalu ternyata tidak ada yang berhasil menemukan wanita yang sesuai dengan syarat tersebut.

"Karena melihat kesungguhan masyarakat waktu itu, maka Syeh Muhamad Ngambihi ini sendiri yang menemukan gadis yang sesuai dengan syarat tersebut, yang bernama Putri Sindi," bebernya. 

Lalu, putri Sindi itupun dibawa ke perkampungan untuk memenuhi syarat mendirikan adat.

"Menurut cerita putri Sindi ini lalu disembelih oleh Syeh Muhamad Ngambihi, dan darahnyapun mengaliri aliran sungai, dari sanalah makanya sungai dan Marga kita ini diberi nama Way Sindi," ucapnya.

Setelah putri Sindi ini disembelih maka kejadian anehpun terjadi, sungai yang dialiri darah putri Sindi itu tidak pernah kering meskipun kemarau sangat panjang hingga sekarang.

Menurut Merah, Putri Sindi yang di sembelih itu bukanlah Putri Sindi yang asli.

Sebab tidak mungkin seorang ulama besar penyebar agama Islam menyembelih seorang manusia yang tidak berdosa.

"Menurut saya yang disembelih itu bukanlah Si Sindi yang asli namun se ekor Rusa atau Kambing yang wujudnya seolah-olah seperti manusia, hal itu tidaklah sulit jika Allah menghendaki," kata dia.

Setelah menyembelih Putri Sindi itu, Syekh Muhamad Ngambihi pun melompat kesebuah batu.

Bekas tapak Syeh Muhamad Ngambihi itupun tercetak jelas di atas batu.

"Di batu tapak itulah tempat Syeh Ngambihi menginjakan kakinya, diatas batu tapak itu kita bisa melihat sendiri ada banyak bekas telapak kaki binatang seperti tapak seekor rusa," ujarnya.

"Bekas tapak itu juga seolah-olah memberi petunjuk siapa yang sebenarnya yang disembelih itu," tutupnya.

(Tribunlampung.co.id, / Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved