Berita Lampung
Pedagang Pasar Smep Keluhkan Sepi Pembeli, Berharap Ada Solusi dari Pemerintah
Sejumlah pedagang yang mengisi kios-kios di gedung baru Pasar Smep Bandar Lampung mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka meminta solusi dari pemerintah.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
Dari pelanggan tetap inilah Sumiati masih bisa memutar modal untuk melanjutkan usaha dagangnya.
Sumiati tak bisa berharap banyak dari pengunjung pasar yang bisa dikatakan tidak ada sama sekali.
"Jarang ada pembeli mau belanja disini, syukur syukur sehari itu ada pemasukan Rp 2000," kata Sumiati.
Oleh karena itu, Sumiati ada solusi dari pemerintah setempat untuk memperhatikan nasib pedagang di kios pasar tersebut.
Sumiati berharap kondisi pasar bisa ramai dikunjungi oleh pembeli.
"Kita berharap nya yang dagang ramai, pembeli nya juga ramai," kata Sumiati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bandar Lampung Wilson Faisol mengakui sepinya pembeli di Pasar Smep.
Menurutnya ini dikarenakan masih banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggir jalan.
"Kita masih menunggu penataan di Pasar Gintung karena ini masih konek, terkait karena pedagang di sepanjang Jalan Pisang itu," kata Wilson.
Wilson mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan penataan untuk para pedagang ini.
Hanya saja, timbul keluhan dari pedagang ini tetap ingin berjualan di luar area pasar yang telah disediakan pemerintah.
"Ketika kita lakukan penataan pasti ada dampak sosial, selama bisa dagang di Jalan mereka ingin keluar," kata Wilson.
Karena itu, menurutnya harus ada kordinasi dengan instansi terkait termasuk penegak Perda.
Menurutnya juga dalam melakukan penertiban pedagang di pinggir jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Tidak semudah itu ditertibkan, banyak tantangan dan dampak sosial yang harus diperhatikan," kata Wilson.
( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )