Berita Lampung

Pedagang Pasar Smep Keluhkan Sepi Pembeli, Berharap Ada Solusi dari Pemerintah

Sejumlah pedagang yang mengisi kios-kios di gedung baru Pasar Smep Bandar Lampung mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka meminta solusi dari pemerintah.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Sejumlah pedagang yang mengisi kios kios di Pasar Smep. Pedagang Pasar Smep Keluhkan sepi pembeli, berharap ada solusi dari pemerintah. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sejumlah pedagang yang mengisi kios-kios di gedung baru Pasar Smep mengeluhkan sepinya pembeli.

Gedung Baru Pasar Smep yang berada di Jalan Batusangkar, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung ini sudah dioperasikan sejak satu tahun yang lalu.

Namun dari awal hingga saat ini, kondisi gedung baru Pasar Smep ini tak banyak mengalami perubahan.

Bahkan makin hari makin ditinggal oleh pembeli.  

Salah satu pedagang Pasar Smep, Sumiati (63) mengatakan posisi pasar yang menyulitkan pembeli untuk datang.

Menurutnya, kebanyakan pembeli lebih memilih berbelanja di lapak yang digelar pedagang di pinggir jalan.

Baca juga: Kementan Ajak Semua Elemen Jaga Ketahanan Pangan

Baca juga: Pria Asal Tanggerang Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Rest Area 215 Tulangbawang Barat, Lampung

"Mereka maunya belanja gak harus turun dari motor, jadinya yang masuk ke sini sedikit sekali," keluh Sumiyati, Sabtu (15/10/2022).

Menurut Sumiati awal dioperasikan banyak pedagang mengisi kios baik di lantai 1 maupun kios di lantai 2 pasar tersebut.

Hanya saja, lanjut Sumiati sepinya pembeli membuat lapak ini ditinggal pedagang.

Sehingga lebih memilih kembali berjualan di pinggir Jalan di sekitar pasar Pasir Gintung.

"Awalnya banyak yang dagang di sini, karena sepi jadi banyak yang gak bertahan," kata Sumiati.

Kini, sejumlah pedagang yang masih bertahan di Pasar Smep dapat dihitung dengan jari.

Termasuk Sumiati dan beberapa pedagang lainnya, yang memilih bertahan berdagang di pasar tersebut.

Sumiati mengatakan, dirinya masih bertahan membuka lapak dagang sembako di pasar itu karena sudah punya pelanggan tetap.

"Ada langganan tetap, setiap hari pasti beli sama saya. Kalau gak, saya juga bingung harus seperti apa," kata Sumiati.

Dari pelanggan tetap inilah Sumiati masih bisa memutar modal untuk melanjutkan usaha dagangnya.

Sumiati tak bisa berharap banyak dari pengunjung pasar yang bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

"Jarang ada pembeli mau belanja disini, syukur syukur sehari itu ada pemasukan Rp 2000," kata Sumiati.

Oleh karena itu, Sumiati ada solusi dari pemerintah setempat untuk memperhatikan nasib pedagang di kios pasar tersebut.

Sumiati berharap kondisi pasar bisa ramai dikunjungi oleh pembeli.

"Kita berharap nya yang dagang ramai, pembeli nya juga ramai," kata Sumiati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bandar Lampung Wilson Faisol mengakui sepinya pembeli di Pasar Smep.

Menurutnya ini dikarenakan masih banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggir jalan.

"Kita masih menunggu penataan di Pasar Gintung karena ini masih konek, terkait karena pedagang di sepanjang Jalan Pisang itu," kata Wilson.

Wilson mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan penataan untuk para pedagang ini.

Hanya saja, timbul keluhan dari pedagang ini tetap ingin berjualan di luar area pasar yang telah disediakan pemerintah.

"Ketika kita lakukan penataan pasti ada dampak sosial, selama bisa dagang di Jalan mereka ingin keluar," kata Wilson.

Karena itu, menurutnya harus ada kordinasi dengan instansi terkait termasuk penegak Perda.

Menurutnya juga dalam melakukan penertiban pedagang di pinggir jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Tidak semudah itu ditertibkan, banyak tantangan dan dampak sosial yang harus diperhatikan," kata Wilson.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved