Kesehatan
Penyebab, Gejala dan Cara Perawatan Sleep Apnea
Sleep Apnea merupakan gangguan tidur membuat napas berhenti secara singkat selama berapa kali saat tidur. Berikut gejala, penyebab dan cara perawatan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Gejala selanjutnya yakni sakit kepala di pagi hari, susah tidur, sering mengantuk di siang hari, susah fokus, gampang marah, dan mudah lelah.
Sleep apnea bisa dialami orang dewasa maupun anak-anak.
Namun ada yang lebih berisiko mengalami sleep apnea obstruktif, yakni orang obesitas, punya leher tebal, saluran napas menyempit, laki-laki, perokok, dan punya keluarga dengan riwayat sleep apnea.
Ada juga yang lebih rentan mengalami sleep sentral yakni usianya bertambah, punya penyakit jantung dan stroke, serta pengguna narkoba.
Sleep Apnea Dapat Sebabkan Komplikasi
Sleep apnea adalah masalah kesehatan serius.
Komplikasi sleep apnea bisa menyebabkan kelelahan, susah konsentrasi, depresi, tekanan darah tinggi, masalah jantung, penyakit diebetes tipe 2, dan sindrom metabolik.
Untuk itu sebelum terjadi komplikasi dibutuhkan perawatan sleep apnea.
Perawatan sleep apnea yang umum adalah menggunakan alat bantu pernapasan, seperti mesin continuous positive airway pressure (CPAP).
Perubahan gaya hidup juga dapat membantu, yakni dengan makan makanan yang sehat, berolahraga, dan menjaga berat badan tetap seimbang.
Sleep apnea dapat dicegah yakni dengan menghentikan semua penggunaan alkohol dan obat tidur, berhenti merokok, menurunkan berat badan, dan tidur miring.
( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Penyebab-Gejala-dan-Cara-Perawatan-Sleep-Apnea.jpg)