Lampung Utara

Diskes Lampung Utara Hentikan Sementara Penjualan Obat Bentuk Sirup 

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengeluarkan surat edaran (SE) penghentian sementara penjualan obat-obatan dalam bentuk cair.

Penulis: anung bayuardi | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Plt Kadiskes Lampung Utara dr Maya Natalia Manan. 

 
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengeluarkan surat edaran (SE) penghentian sementara penjualan obat-obatan dalam bentuk cair.

Hal tersebut tertuang dalam SE No:442/8090/15-LU/2022

Surat tersebut ditujukan untuk kepala UPT Puskesmas, penanggung jawab apotek, toko obat, instalasi farmasi rumah sakit, dan instalasi farmasi klinik yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

Langkah tersebut menyikapi surat edaran dari Plt Direktur Jenderal Pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan RI No:SR.01.05/lll/3461/2022 tentang kewajiban penyelidikan epidemiologi dan kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak.

Kemudian klarifikasi BPOM RI terkait isu obat sirup yang berisiko mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol, kemudian fres conference perkembangan acude kidney injuri di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan RI pada 19 Oktober kemarin.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara dokter Maya Natalia Manan mengatakan dalam menindaklanjuti hal tersebut ada beberapa poin yang di tekankan kepada tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan baik rumah sakit, puskesmas ataupun klinik.

Baca juga: Jangan Beri Anak Obat Sirup, Ini Penjelasan Menkes dan Ciri Gagal Ginjal Akut Misterius

Baca juga: BBPOM Bandar Lampung Belum Temukan Korban Obat Sirup Glikol di Lampung

Pertama agar tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk cairan atau sirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Sebagai alternatif bisa meresepkan obat dalam bentuk tablet, kapsul dan sejenisnya,” ujarnya, Jumat 21 Oktober 2022.

Selanjutnya seluruh apotek ataupun toko obat agar sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk cair.

Kemudian, melakukan konsultasi kepada dokter dan apoteker, 

Penjualan, lanjut dia, dilakukan pengumuman sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Ia berharap semua pihak dapat memperhatikan hal tersebut.

Dirinya berharap agar SE tersebut bisa di tindaklanjuti sehingga membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit gangguan ginjal akut.

“Dengan edaran ini semoga yang saat ini mewabah di tengah masyarakat dan semoga masyarakat Lampung Utara tidak ada yang terindikasi mengalami hal tersebut," katanya.

Pagi ini, Dinas Kesehatan Lampung Utara langsung memberitahukan kepada apotek yang ada di Kotabumi soal edaran tersebut.

“Kita juga akan periksa di apotek apakah masih melakukan penjualan obat sirup atau tidak,” jelasnya. 

Ketika disinggung jika nanti ada apotek yang masih melakukan penjualan obat sirup tersebut, Maya menegaskan pihaknya akan memberikan peringatan. 

“Jangan sampai sudah diperingatkan beberapa kali, tapi masih menjual,” ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved