Berita Lampung

Pakaian Adat Jadi Seragam Sekolah Belum Diterapkan, Disdik Bandar Lampung Fokus PTM

Di Bandar Lampung aturan pakaian adat jadi seragam sekolah belum diberlakukan, meskipun surat edaran sudah diterima masing-masing Disdik.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Kepala Disdikbud Bandar Lampung, Eka Afriana. Pakaian adat jadi seragam sekolah belum diterapkan, Disdik Bandar Lampung fokus PTM. 

Eka berharap aturan ini tidak memberatkan baik itu siswa maupun orang tua siswa.

Tidak menutup kemungkinan, kata Eka, seragam adat ini bakal diberikan gratis bagi peserta didik jalur bina lingkungan (biling).

"Aturan ini bisa kita terapkan. Intinya jangan sampai memberatkan Anak. Mereka punya nya apa ya silahkan," kata Eka.

Eka menambahkan, untuk tahap awal penerapan aturan ini bakal diterapkan oleh guru guru.

Selanjutnya bakal diterapkan untuk siswa siswa sekolah.

"Kita lihat dulu situasi dan kondisi di lapangan seperti apa," kata Eka.

Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan bakal melakukan sosialisasi mengenai peraturan tersebut sebelum diterapkan.

Menurutnya, sosialisasi perlu dilakukan agar tidak ada pihak baik dari orang tua maupun sekolah keberatan atas aturan tersebut.

"Instruksi dari pusat mengenai baju adat untuk siswa sekolah, nanti kita akan sosialisasikan lebih lanjut," kata Eva Dwiana.

Eva Dwiana berharap aturan baju adat menjadi seragam sekolah tidak menyusahkan orang tua.

Oleh karena itu menurutnya perlu dilakukan sosialisasi dan menyusun ketentuan lebih rinci dalam hal pelaksanaannya.

Eva Dwiana berujar, bisa saja pada saat diterapkan siswa sekolah tidak harus memakai pakaian adat secara lengkap.

"Bisa pakai selempang saja, pakai seragam atau mungkin pakai rok nya saja," kata Eva Dwiana.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved