Berita Lampung
Siswi SMA di Pesawaran Tewas Terseret Longsor 150 Meter saat Jalan Pulang Sekolah
Siswi SMA N 2 Padang Cermin ini tewas tertimpa longsor yang terjadi di jalan Desa Sumber Jaya Way Ratai, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Nasib nahas dialami siswi SMA N 2 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Lampung saat pulang sekolah menuju rumahnya.
Siswi SMA N 2 Padang Cermin ini tewas tertimpa longsor yang terjadi di jalan Desa Sumber Jaya Way Ratai, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
Ruas jalan desa tersebut merupakan akses siswi SMA N 2 Padang Cermin nahas menuju sekolah dan pulang ke rumahnya.
Ketika itu, Senin (24/10/2022) pukul 17.00 WIB, siswi SMA N 2 Padang Cermin bernama Anissa (16) nekat pulang ke rumahnya meskipun hujan masih turun.
"Pada saat korban berjalan pulang, terjadilah longsoran yang berada tepat di akses jalan menuju rumahnya" cerita Camat Way Ratai Darsoyo, Selasa (25/10/2022).
Korban terseret tanah longsor dan juga material batu yang tergerus oleh air dari atas.
Baca juga: Belasan Rumah Terdampak Musibah Banjir di Kedondong Pesawaran Lampung
Baca juga: Damkar Catat 10 Kasus Kebakaran di Pesawaran Lampung Didominasi Korsleting Listrik
Warga Dusun Tanjung Jaya yang juga tetangga korban, Junaidi mengungkapkan, Anissa terseret longsor hingga 150 meter dari jalan.
Menurut Junaidi proses evakuasi memakan waktu cukup lama.
Pasalnya jasad korban saat itu tertimpa material longsor seperti pohon-pohon yang tumbang.
"Evakuasi dibantu oleh empat orang" kata Junaidi.
Jasad korban ditemukan dari tanda kerudung yang tersangkut di batang pohon.
Puluhan Pelajar Melintas Tiap Hari
Puluhan pelajar memanfaatkan akses jalan Desa Sumber Jaya, Way Ratai, Pesawaran Lampung yang longsor tersebut tiap harinya.
Jalan ini adalah akses satu-satunya ke Dusun Tanjung Jaya, Desa Sumber Jaya, Way Ratai, Pesawaran.
Warga setempat, Rosidin mengungkapkan, sekitar 20 pelajar melintasi akses jalan tersebut setiap harinya untuk berangkat dan pulang sekolah.
Para pelajar itu terdiri dari siswa SMP dan SMA.
Sekolah tingkat SMA berada di Kecamatan Padang Cermin dan SMP berada di Kecamatan Way Ratai.
"Mereka harus berangkat lebih pagi demi ke sekolah" kata Rosidin.
Selain harus berangkat lebih pagi, menurut Rosidin, mereka harus melalui medan jalan yang cukup berat.
Ketika hujan turun harus menggunakan mantel dan sepatu boat, untuk melalui jalan tersebut.
Rosidin merasa terharu dengan perjuangan ke dua puluh anak Dusun Tanjung Jaya.
"Walaupun akses jalannya sulit tetap bersemangat menuju ke sekolah" kata Rosidin.
Muhammad Kholid guru dari SMAN 2 Padang Cermin, mngapresiasi perjuangan anak-anak Dusun Tanjung Jaya demi memperoleh pendidikan.
Mengingat medan yang harus dilalui tidak sama dengan anak-anak lain.
"Di sini walaupun akses jalannya ekstrem mereka tetap semangat bersekolah" katanya.
Pemerintah Cari Solusi
Plt Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pesawaran Lampung Sunyoto mengunjungi rumah korban siswi SMA N 2 PAdang Cermin longsor yakni Anissa (16) di Dusun Tanjung Jaya, Desa Sumber Jaya, Kecamtan Way Ratai.
Tidak hanya mengunjungi rumah korban, Sunyoto bersama Dinas PUPR Pesawaran juga melihat lokasi longsor yang merenggut korban jiwa.
Kedatangannya bersama Dinas PUPR ke lokasi longsor demi mencari solusi agar jalan bisa dilalui masyarakat dengan aman.
Mengingat jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya akses yang bisa dilalui masyarakat.
"Ada beberapa titik yang tertutup material longsor, sudah dilalukan gotong-royong pembersihan" ucapnya.
Pembersihan tersebut dilakukan bersama-sama dengan aparatur desa dan kecamatan.
Mulanya ingin melakukan pembersihan menggunakan alat berat.
Namun, setelah melihat kondisinya yang harus melewati pegunungan serta akses jalannya yang curam dan sempit, maka alat berat tidak bisa diturunkan.
"Sehingga setelah berdiskusi, diputuskan pembersihan jalan secara gotong royong bersama-sama" katanya.
Yakni bersama aparatur desa dan uspika yang ada di Kecamatan Way Ratai.
Sunyoto mengimbau masyarakat yang berada di daerah pegunungan agar lebih waspada ketika hujan turun.
Ia menyarankan supaya warga segera mengungsi apa bila terdapat tanda-tanda yang membahayakan jiwa.
Misal hujan turun dengan intensitas tinggi dan kurun waktu yang lama sehingga berpotensi bencana alam seperti banjir maupun longsor.
"Kita meminta kepada warga yang berada di areal pegunungan maupun pinggiran sungai agar lebih berhati-hati ketika hujan turun," katanya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)