Kasus Gagal Ginjal Akut di Lampung
Diskes Lampung Harap Pengiriman Antidotum Cepat demi Tangani Gagal Ginjal Akut pada Anak
Rumah sakit bisa langsung minta Antidotum Pomefizole ke pusat saat ada pasien gagal ginjal akut pada anak.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemprov Lampung optimis penanganan pasien gagal ginjal akut pada anak akan lebih maksimal.
Optimisme penanganan pasien gagal ginjal akut pada anak itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, Kamis (3/11/2022).
Hal itu berkat adanya penawar atau antidotum penyakit gagal ginjal akut pada anak yang bisa diminta oleh rumah sakit di Provinsi Lampung.
Adapun penawar gagal ginjal akut pada anak yang dimaksud ialah Antidotum Pomefizole.
Reihana mengatakan, kondisi optimisme itu akan hadir jika didukung proses pendistribusian yang tanggap dari pemerintah pusat.
Itu karena Antidotum Pomefizole akan didapat pemerintah daerah setelah adanya permintaan dari pasien yang mengidap gagal ginjal akut pada anak itu sendiri.
Baca juga: Gegera Tersinggung Ucapan, 2 Pelaku Bacok dan Aniaya Rekan Kerja di Mesuji
Baca juga: Jalan Lingkar Penghubung Kelurahan di Lampung Utara Berlubang, Warga Harap Perbaikan
"Jadi memang tidak menggunakan sistem alokasi seperti vaksin Covid-19, tapi daerah yang minta setelah adanya pasien yang ditangani," kata Reihana.
Lebih jelas, proses untuk mendapatkan Antidotum Pomefizole dikatakan dia adalah dengan surat dari rumah sakit yang menangani pasien itu.
"Rumah sakit yang langsung bersurat ke Dirjen Farmakologi Kementerian Kesehatan," jelas dia.
"Kita (pemerintah daerah) tidak bisa memutuskan waktu sampainya berapa lama, kita inginnya memang segera dikirim setelah surat tersebut dilayangkan," terusnya.
Dalam kondisi terbaru, Reihana menyebut belum ada kasus baru gagal ginjal akut pada anak yang ditemukan di Lampung saat ini.
Sejauh ini, Lampung dilaporkan memiliki tiga kasus gagal ginjal akut pada anak.
Ketiga kasus tersebut saat ini sudah dilaporkan meninggal dunia.
"Sejauh ini baru ada tiga, mengidap ada anak usia 11 bulan, 8 bulan dan 13 bulan. Ketiganya berasal dari Bandar Lampung dan sudah dilaporkan meninggal dunia," jelas dia.
"Tentu kita harap tidak ada lagi kasus serupa di Lampung," lanjut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kadiskes-lampung-reihana-jelaskan-kondisi-anak-11-bulan-penderita-gagal-ginjal-akut.jpg)