Berita Lampung
BPBD Lampung Selatan Uji Coba 3 Perahu Bencana dari Kemensos
Kegiatan uji coba tiga perahu melibatkan Basarnas, SAR Bakauheni, Damkar, serta Sat Pol PP Lampung Selatan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan uji coba tiga perahu dari Kementerian Sosial (Kemensos).
BPBD Lampung Selatan mendapat tiga perahu dari Kemensos pasca banjir di Lampung Selatan, terdiri satu perahu fiber dan dua perahu karet.
Uji coba tiga perahu dari Kemensos dilakukan oleh BPBD Lampung Selatan dilakukan di MB Beach, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (10/11/2022).
Kegiatan uji coba tiga perahu dari Kemensos yang dilakukan oleh BPBD Lampung Selatan melibatkan unsur penyelamatan lainnya.
Mulai dari Basarnas, SAR Bakauheni, Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, dan Sat Pol PP Lampung Selatan.
Kepala Pos SAR Bakauheni Febri Yanda mempimpin langsung kegiatan uji coba tiga perahu dari Kemensos milik BPBD Lampung Selatan tersebut.
Baca juga: Istri Korban Syok Berat, Truk Tangki Renggut Nyawa Bapak Anak di Jalintim Mesuji
Baca juga: Pemprov Lampung Beri Bantuan Rp 200 Juta ke Veteran
Kepala BPBD Lampung Selatan Dulkahar mengatakan pihaknya melakukan kegiatan pelatihan penanganan bencana sekaligus menguji coba perahu yang diberikan oleh Kemensos.
"Kita dapat 3 perahu dari Kemensos 1 perahu fiber dua perahu karet. Senin kemarin kita terimanya. Hari ini kita lakukan uji coba perahu tersebut, penggunaan alatnya dipandu dari tim Basarnas," kata Dulkahara, Kamis (10/11/2022).
Dulkahar menjelaskan pelatihan ini bertujuan supaya tim penanganan bencana Lampung Selatan yang terdiri dari BPBD, Damkarmat, Sat Pol PP dapat sigap jika
terjadi bencana seperti banjir di Lampung Selatan.
Lalu, kata Dulkahar, terdapat 7 perahu di kantor.
Rinciannya perahu fiber 3 unit, 2 dari BPNB, 1 dari Kemensos.
Perahu karet 2 unit dari Kemensos. Perahu lipat 2 unit, dari BPNB 2 unit dari tahun 2015.
Dulkahar mengaku membutuhkan peralatan penyelamatan seperti perahu karet, tali tambang dan lainnya.
Hal itu karena saat terjadi bencana seperti banjir di sangat dibutuhkan alat-alat tersebut.
Dirinya mengatakan saat ini kendaraan taktis atau kendaraan (rescue) penyelamatan hanya memiliki satu unit.
Sementara, ia menyebut, kendaraan taktis atau kendaraan (rescue) penyelamatan yang dibutuhkan ketika terjadi bencana seperti banjir di Lampung Selatan setidaknya butuh tiga unit kendaraan.
Menurutnya, pihaknya perlu memiliki kendaraan taktis atau kendaraan (rescue) penyelamatan yang dapat mengadapi situasi diberbagai medan.
"Kita membutuhkan kendaraan yang tangguh. Seperti kendaraan yang tinggi, yang memiliki tenaga yang super. Sehingga kuat jika dipakai di medan yang berat," ujarnya.
Kendaraan taktis atau kendaraan (rescue) penyelamatan yang ada saat ini sudah tidak kuat jika dipakai di medan yang berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan Lukman Hakim mengatakan terdapat 5 kecamatan yang merupakan rawan banjir di Lampung
Selatan. Kecamatan Sidomulyo, Candipuro, Katibung, Palas dan Sragi.
Menurutnya, kendaraan yang mereka miliki saat ini tidak cukup untuk menjangkau 17 kecamatan yang ada di Lampung Selatan.
Sehingga, kata Lukman, pihaknya membutuhkan tambahan kendaraan untuk penyelamatan.
Lukman juga menuturkan pihaknya membutuhkan perahu karet, tali tambang dan perlengkapan penyelamatan lainnya.
Lukman katakan, pihaknya belum memiliki alat peyelamatan yang lengkap.
Baca juga: Pencuri Burung Kicau Resahkan Warga Lampung Selatan Tertangkap, Asal Bandar Lampung
Baca juga: Dampak Banjir di Lampung Selatan, Puluhan Siswa di Candipuro Tak Pakai Seragam Sekolah
"Selama ini kami diberikan bantuan dari BNPB untuk perahu karet, karena di kantor belum ada. Jadi harapannya kami mempunyai perahu karet dan perlengkapan penyelamatan lainnya. Supaya kalau ada bencana banjir kayak kemarin kita sudah siap dengan alat dan anggota," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )