Berita Lampung

Pondasi Talang Indah 5 Pringsewu Rusak Akibat Hujan Deras, Kakon Harap Perbaikan

Rusaknya pondasi Talang Indah 5 Pringsewu yang berada di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu itu terjadi akibat hujan Sabtu (22/10/2022) lalu.

Penulis: Riana Mita Ristanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riana Mita Ristanti
Pondasi Talang Indah 5 Pringsewu yang rusak akibat hujan. Pondasi Talang Indah 5 Pringsewu rusak akibat hujan deras, Kakon harap perbaikan. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Akibat hujan deras yang melanda hampir seluruh wilayah Pringsewu beberapa waktu lalu, salah satu pondasi Talang Indah 5 Pringsewu rusak.

Rusaknya pondasi Talang Indah 5 Pringsewu yang berada di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu itu terjadi akibat hujan Sabtu (22/10/2022) lalu.

Kepala Pekon (Kakon) Bumi Arum, Sugimin membenarkan jika salah satu pondasi Talang Indah 5 Pringsewu rusak akibat hujan deras beberapa waktu lalu.

"Betul, akibat hujan deras semalaman itu salah satu pondasi Talang Indah 5 yang ada di Pekon Bumi Arum terpecah dua dan rusak," kata Sugimin saat ditemui Tribun Lampung, Kamis (10/11/2022).

Sugimin menjelaskan, akibat rusaknya salah satu pondasi Talang Indah 5 Pringsewu ini, besi penyangga talang menggantung begitu saja.

Sehingga, Talang Indah 5 ini hanya bertumpu pada satu pondasi di satu bagian sisi talang.

Baca juga: 14.418 KPM di Lampung Dapat Bantuan Penanganan Dampak Inflasi BBM Rp 750 per Orang

Baca juga: Seorang Mantan Siswi MAN I Krui Lampung Kabur dari Rumah usai Dikeluarkan dari Sekolah

Ia mengaku, Talang Indah 5 ini merupakan talang air peninggalan Belanda yang berfungsi mengairi ribuan hektare sawah di Pringsewu.

Dengan rusaknya satu pondasi talang, dikhawatirkan akan merusak pondasi sebalahnya.

"Ini kan posisi besi penyanga talangnya mengatung sehingga yang menopang hanya satu pondasi saja, dan ini pondasinya juga sudah terlihat miring," jelasanya.

Dikhawatirkan, lanjutnya, apabila hujan deras lagi maka pondasi sebelahnya juga akan rusak.

Dengan begitu, maka talah akan roboh dan pengairan sawah dan kolam masyarakat akan tersendat.

Sugimin mengaku, Talang Indah 5 yang merupakan peninggalan Belanda tahun 1938 itu terkahir kali direnovasi tahun 2017.

Dengan insiden itu, Sugimin mengaku, terdapat empat kepala pekon yang akan berkoordinasi dengan balai besar provinsi.

"Kalau untuk pelaporan sudah, akan tetapi belum ada tindak lanjutnya. Maka dengan itu Kakon Bumi Arum, Rejosari, Podosafi dan Podomoro rencanannya akan koordinasi dengan balai besar," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved