Advertorial

BKKBN Lampung Adakan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi, Wagub Nunik Didapuk Jadi Narasumber 

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Rabu tanggal 16 sampai Jumat tanggal 18 November 2022 di Ballroom Hotel Emersia

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Endra Zulkarnain
BKKBN Lampung Adakan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi, Wagub Nunik Didapuk Jadi Narasumber  - BKKBN1.jpg
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung mengadakan rekonsiliasi stunting tingkat provinsi semester II tahun 2022.
BKKBN Lampung Adakan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi, Wagub Nunik Didapuk Jadi Narasumber  - BKKBN2.jpg
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
Suasana kegiatan rekonsiliasi stunting tingkat provinsi semester II tahun 2022 yang di gelar BKKBN Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Kamis (17/11/2022).

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung -Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung mengadakan rekonsiliasi stunting tingkat provinsi semester II tahun 2022.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Rabu tanggal 16 sampai Jumat tanggal 18 November 2022 di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung.

Pada hari pertama, gelaran yang dihadiri perwakilan dari Kabupaten/Kota di Lampung itu dibuka Plt Kepala BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha, dengan sambutan dari Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN Pusat I Made Yudhistira Dwipayama.

Dan hari kedua, menghadirkan narasumber Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua Tim PPS Provinsi Lampung.

Selain itu, hadir pula sebagai narasumber Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto.

Diketahui, rekonsiliasi ini dalam rangka implementasi percepatan penanggulangan stunting (PPS) tahun 2022 dan konsolidasi rencana PPS tahun 2023.

Dalam acara itu, Wagub Chusnunia Chalim menyampaikan jika pihaknya telah menetapkan target penurunan stunting tingkat provinsi.

"Sesuai arahan bapak Presiden, tahun 2022 prevalensi stunting harus diturunkan sedikitnya 3 persen melalui intervensi spesifik dan sensitif," kata Nunik, sapaan akrab Wagub Chusnunia Chalim.

Selain itu, Wagub Nunik juga menyampaikan jika pihaknya melakukan pembentukan TPPS dan penguatan implementasi di Posyandu.

"Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran," ungkap Nunik.

Selain itu hal tersebut juga harus didukung dengan data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi.

"Jadi penanganan stunting tidak mudah, perlu adanya intervensi yang dilakukan dan itu harus tepat sasaran. Kita juga harus mengevaluasi kekurangan yang selama ini terjadi," imbuhnya.

Kemudian, Nunik juga menyampaikan jika pihaknya akan memberikan dukungan teknis penguatan terkait percepatan penurunan stunting di Lampung

Dia juga akan mendorong agar BKKBN memperluas keterlibatan institusi non-pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan Stunting.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved