Advertorial
Pasar Malam SDB Tayangkan Drama Musical Samosir dan Malin Lewat Layar Tancap
Acara dimulai pada Jumat siang pukul 13.00 WIB dan berlanjut keesokan harinya mulai pukul 10.00 WIB
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
"Acara SDB Fair selalu diakhiri dengan pementasan drama musical, biasanya di hall sekolah. Karena saat pandemi semua serba online, jadi kami kemas dalam tayangan YouTube," papar dia.
Terkait Pencil Project, anak-anak diajari proses jual beli dengan belajar menjual produk dimana kebanyakan merupakan hasil prakarya mereka.
Sebagian dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk charity atau kegiatan amal. "Lewat Pencil Project sekaligus mengajarkan anak untuk berempati," kata Reymund.
Rencananya kegiatan amal akan dilakukan ke panti asuhan dan panti jompo.
"Di SDB ini semua dikolaborasi sehingga anak tanpa sadar belajar budaya lokal, belajar disiplin dan membagi waktu. Termasuk belajar teamwork, menghargai orang lain, guru dan sebagainya," katanya.
"Buat kami itu adalah cara belajar yang menyenangkan buat anak-anak tanpa memaksa dan mereka belajar dengan hati," sambungnya.
Terkait sarana penunjang dia bersyukur memiliki guru-guru yang berdedikasi tinggi. Termasuk lewat tim kreatif yang dimiliki sekolah.
Yang tak kalah penting, siswa-siswi juga diajarkan untuk mengurangi sampah melalui less waste program sehingga siswa-siswi diperkenankan membawa kantong belanja sendiri.
Termasuk wadah makanan dan minuman sendiri.
SDB dalam hal ini turut menggandeng Gajahlah Kebersihan. 50 siswa-siswi pertama berkesempatan mendapat hadiah menarik jika membawa kantong belanja, tumbler dan lunch box sendiri.
(Tribunlampung.co.id/ Adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pasar-Malam-SDB.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/salah-satu-booth-di-SDB.jpg)