Kesehatan

Gangguan Menstruasi dan Kantuk Berlebihan Bisa Jadi Anda Kena Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau yang dikenal banyak orang sebagai hipotiroid adalah ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon penting.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: muhammadazhim
Shutterstock
Ilustrasi kelelahan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Hipotiroidisme atau yang dikenal banyak orang sebagai hipotiroid adalah suatu kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon penting tertentu.

Dikutip dari Kompas.com, penyebab hipotiroidisme adalah penyakit autoimun seperti penyakit hashimoto, pengobatan hipertiroidisme, operasi untuk mengangkat kelenjar tiroid, dan terapi radiasi. 

Hipotiroidisme dapat juga disebabkan oleh pengobatan tertentu seperti pengobatan untuk psikologi, kanker, dan jantung.

Hipotiroidisme kadang tidak menyebabkan gejala yang nyata pada tahap awal. Gejala hipotiroidisme menjadi lebih jelas saat kondisi sudah memburuk.

Gejalanya biasanya terkait dengan perlambatan metabolisme tubuh, seperti kelelahan, depresi, pertambahan berat badan, intoleransi dingin, kantuk berlebihan, serta rambut kering dan kasar.

Gejala lain adalah rambut rontok, gangguan menstruasi, perubahan suasana hati, keringat berkurang, sembelit, kram otot, peningkatan kadar kolesterol, konsentrasi berkurang, rasa sakit dan nyeri yang tidak jelas, serta kaki bengkak.

Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala itu. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan sebelum melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan.

Selanjutnya dokter akan melakukan tes darah di laboratorium. Tes darah yang paling umum adalah tes darah untuk memeriksa TSH.

Jika dari hasil tes darah ternyata kadar TSH diatas normal, maka mengalami hipotiroidisme. Jika kadar TSH di bawah normal, maka mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

Selain TSH ada juga tes darah untuk memeriksa T3 dan T4. Pemeriksaan ini untuk mengkonfirmasi diagnosis atau menentukan penyebabnya 

Dokter dapat menjalankan panel tiroid lengkap, menguji kadar T3, T4, TSH, dan antibodi tiroid untuk sepenuhnya menetapkan kesehatan dan aktivitas kelenjar tiroid 

Terkadang juga ada tes untuk memeriksa kadar kolesterol, enzim hati, prolaktin, dan natrium

Hipotiroidisme dapat dengan mudah diobati dengan penggantian hormon tiroid. Pengobatan yang dipilih kebanyakan orang adalah natrium levothyroxine.

Pengobatan ini adalah pengobatan bentuk hormon tiroid yang lebih stabil dan membutuhkan dosis sekali sehari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved