Berita Terkini Nasional

8 Santri Tertimbun Puing Bangunan saat Mengaji di Cianjur, Ditemukan Meninggal

Delapan santri dan seorang pimpinan Ponpes terjebak dalam satu ruangan tempat mengaji di Cianjur, Jawa Barat. Tujuh orang lainnya berhasil lolos.

TrubunJabar/Fauzi Noviandi
Sejumlah delapan santri tertimbun puing saat sedang mengaji di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Seluruhnya berhasil dievakuasi setelah 24 jam kemudian dalam keadaan meninggal dunia. 

Tribunlampung.co.id -  Sebanyak delapan santri tetrimbun puing saat gempa melanda wialyah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Gempa Cianjur ini terjadi saat 15 santri tengah mengaji dengan pimpinan pondo pesantren (Ponpes) di Kampung Grogol RT 04/03, Desa Cibulakang, Kecamatan Cugeneng, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Namun delapan santri dan seorang pimpinan Ponpes terjebak dalam satu ruangan tempat mengaji di Cianjur, Jawa Barat. Tujuh orang lainnya berhasil lolos.

Delapan santri dan satu pimpinan Ponpes berhasil dievakuasi selang 24 jam kemudian sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Diketahui delapan orang santri dan seorang pimpinan Ponpes ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.

Informasi yang didapat, kedelapan orang santri dan seorang pimpinan pesantren tersebut menjadi korban gempa dan tertimbun puing bangunan saat mengaji di salah satu ruang.

Baca juga: Adik Dinar Candy Akhirnya Ditemukan Usai Jadi Korban Gempa Cianjur

Baca juga: Hibah KONI Lampung Dikorupsi Rp 2,5 M, Kejati Segera Tetapkan Tersangka

Kedelapan orang santri dan seorang pimpinan Ponpes tersebut berhasil dievakuasi tim gabungan setelah hampir selama 24 jam tertimbung puing bangunan.

"Saat kejadian, di ruangan ada 15 orang yang tengah mengaji, namun delapan orang santri dan Ustad pimpinan Ponpes terjebak material bangunan," katan Ejen (56) seorang pengusurus Ponpes, Selasa (22/11/2022).

Setelah hampir selama 24 jam terjebak puing bangunan, kata dia, delapan orang yang sempat terjebak tersebut baru berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa.

"Evakausi baru tadi siang bisa dilakukan, setelah relawan dan petugas gabungan berdatangan, membawa peralatan untuk mengevakuasi jenazah," katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga di Kampung Garogol masih mengungsi ditenda darurat alakadarnya. Bahkan, sejumlah jenazah yang telah dikapanin berjajaran di dekat posko pengungsian.

Aliran listrik dan jaringan internet disejumlah titik di Kecamatan Cugenang masih padam dan terganggu, tampak petugas PLN pun tengah melakukan upaya perbaikan.

Selain itu, situasi pantauan dilapangan Jalan Mangkupraja yang menuju titik daerah yang paling parah terdampak gempa, macet karena banyaknya kendaraan ambulans, kendaraan relawan dan warga yang masuk ke titik paling parah terdampak gempa.

Angkot Bawa 15 Murid Belum Ditemukan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved