Berita Lampung
Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Peluru Nyasar Mengenai Bayi di Bandar Lampung
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Dennis Arya Putra mengatakan, polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap peluru nyasar mengenai bayi.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
"Segera diungkap dong siapa pelakunya, ini bahaya bukan seperti orang main ketapel ataupun peluru karet tapi ini senjata api (senpi)," kata Ketua LPW Rizani.
Polisi harus menguji dengan balistik di Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
"Uji balistik itu dari mana arah datangnya peluru tersebut, dengan cara melihat luka di kaki balita," kata Rizani.
Sementara itu, Rahmanuddin (28) ayah dari bayi IKR mengatakan, anaknya tertembak peluru nyasar saat dirinya bersama anak dan istri sedang tertidur pulas.
"Kami sebagai orangtua kaget pada saat kami tidur pulas, kok tiba-tiba ada peluru nyasar mengenai mata kaki sebelah kanan," kata Rahmanuddin.
"Saya kaget anak kami dari tidur langsung nangis menjerit-jerit, dan setelah dilihat banyak darah dari bagian mata kaki sebelah kanan," kata Rahmanuddin.
Rahmanuddin mengatakan, istri pada malam kejadian itu sempat mendengar ada sesuatu jatuh dari atap ke bawah.
Ia mengatakan, setelah dilihat benar ada bagian atap rumah ada yang jebol.
"Jadi peluru tersebut masuk ke dalam rumahnya melalui atap," kata Rahmanuddin.
"Setelah anak saya menjerit dan menangis akhirnya kami sebagai orangtua sadar kalau anak saya sebagai korban peluru nyasar," kata Rahmanuddin.
Rahmanuddin mengatakan, suasana dini hari pukul 02.00 WIB sunyi dan sepi tidak ada kegiatan apapun.
"Jadi begitu cepat sekali kejadian itu, ada darah sebanyak di bagian kaki dan kami langsung bawa ke rumah sakit," kata Rahmanuddin.
"Pasca kejadian tersebut kami langsung bawa ke Rumah Sakit (RS) Bumi Waras dan hanya mendapatkan penanganan untuk rontgen," kata Rahmanuddin.
"Tapi anak saya tidak mendapatkan kamar karena tidak ada ruang untuk balita, karena rumah sakit tersebut tipe C dan ruangannya sedikit," kata Rahmanuddin, Kepala Perwakilan JNE Diponegoro Bandar Lampung.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )