Berita Lampung

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, ASDP Tingkatkan Fasilitas Sarana dan Prasarana

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Lampung Selatan telah menyiapkan strategi dalam mengantisipasi lonjakan penumpang saat Nataru.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Pelabuhan Bakauheni. Antisipasi lonjakan penumpang saat Nataru, ASDP tingkatkan fasilitas sarana dan prasarana. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Lampung Selatan telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang saat periode angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 atau Nataru.

Beberapa langkah antisipasi lonjakan penumpang saat Nataru yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Lampung Selatan di antaranya meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana.

Fasilitas sarana dan prasarana yang ditingkatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Lampung Selatan jika terjadi lonjakan penumpang saat Nataru, seperti memperluas area parkir hingga penambahan armada kapal di sejumlah lintasan. 

Genderal Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Suharto mengatakan pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas sarana dan prasarana, demi menunjang kelancaran layanan operasional Nataru mendatang.

Diantaranya, kata Suharto, pihaknya melakukan peningkatan kapasitas dermaga IV Bakauheni, dari 40 ton menjadi 60 ton.

Selain itu, masih kata Suharto, pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas dermaga, dari yang tadinya hanya bisa melayani kapal 5.000 GRT, ditingkatkan menjadi bisa melayani kapal berukuran 10.000 GRT.

Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Sebut Kenaikan Harga Beras dan Telur di Bandar Lampung Efek Nataru

Baca juga: Seorang Pemuda di Pringsewu Lampung Meninggal Disengat Tawon saat Panen Kakao

"Harapannya, pengguna jasa dapat menikmati experience perjalanan dan layanan kapal ferry yang lancar, aman dan nyaman saat Angkutan Nataru mendatang," kata Suharto, Rabu (7/12/2022).

Saat Nataru mendatang, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi terjadinya lonjakan penumpang.

"Jika terjadi lonjakan penumpang kami akan pengoperasian KMP Jatra 2. Juga akan memberlakuakn skenario pengalihan jalur volume kendaraan mengalami peningkatan," kata Suharto.

Suharto memprediksi periode angkutan Nataru akan berlangsung pada 17 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023 (H-8 sampai H+10).

Pihaknya pun memastikan kapasitas angkut dan alat produksi memadai.

Suharto mengatakan, layanan angkutan penyeberangan periode Nataru diperkirakan akan mengalami peningkatan seperti saat Angkutan Lebaran lalu.

Dikarenakan seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang telah menjadi endemi dan pergerakan masyarakat berangsur kembali normal.

Diperkirakan ada sekitar 3,45 juta orang dan 808 ribu unit kendaraan yang akan hilir mudik saat libur Nataru mendatang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved