Berita Lampung
Hiswanamigas Minta Pemprov Lampung Berjuang Menaikkan Kuota Solar Daerah
Hiswanamigas Lampung minta Pemprov Lampung menaikan kuota solar ke pemerintah pusat agar tidak terjadi kelangkaan terus menerus.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Lampung minta Pemprov Lampung menaikan kuota solar.
Ketua Bidang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Hiswanamigas Lampung Donny Irawan mengatakan, usulan menaikkan kuota solar bisa dilakukan Pemprov Lampung kepada pemerintah pusat.
Ia mengatakan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga harus jelas mengatur distribusi solar dan bahan bakar minyak (BBM) jenis lainnya.
"Tentunya BPH migas ini harus menerima masukan dari Pemprov Lampung untuk berjuang di pusat untuk naikan kuota solar," kata Donny Irawan saat dihubungi Tribun Lampung, Minggu (11/12/2022).
Ia mengatakan, Hiswanamigas Lampung mengingatkan BBM solar itu tidak lepas dari subsidi.
"Kami mengharapkan tidak ada kekosongan solar, tetapi kuota solar itu sudah diatur oleh BPH Migas."
Baca juga: Solar Langka di Beberapa SPBU Bandar Lampung Akibat Pasokan Sedikit
Baca juga: Sopir Truk Antre Solar Dua Jam di SPBU Metro Lampung
"Kami mengharapkan kuota solar di Lampung dinaikkan," kata kata Donny.
Ia mengaku, usulan kenaikan kuota solar bisa diusulkan Pemprov Lampung karena tahu solar dibatasi.
"Kalau dari Pemprov Lampung mengusulkan kenaikan kuota solar ini, karena kondisinya telah mengetahui keterbatasan solar," kata Donny.
Ia mengungkap, selama ini pemerintah pusat cari aman maka harus dimintakan kuota tambahan oleh Prmprov Lampung.
"Pemprov Lampung tahu secara detailnya terkait kebutuhan solar itu di daerah. Tapi pemerintah pusat itu ingin mencari aman," kata Donny.
Ia mengatakan, pemerintah pusat seolah-olah ngomongnya kuota dan anggaran.
"Maka dari itu seharusnya DPRD Lampung mengadukan kelangkaan solar itu kepada DPR RI," kata Donny.
"Selama ini pemerintah pusat tidak tahu jeritan dari pengurus SPBU dan masyarakat secara umum," kata Donny.
Donny mengatakan, kekosongan antrean itu dikarenakan adanya pembatasan mendekati akhir tahun dan kuota di SPBU sangat terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-Bidang-Stasiun-Pengisian-Bahan-Bakar-Umum-SPBU-Hiswanamigas-Lampung-Donny-Irawan.jpg)