Berita Lampung
Diskes Metro Lampung Sebut dari Januari hingga Oktober 2022 Ada 25 Kasus Baru HIV
Diskes Kota Metro sebut sejak januari hingga oktober 2022 ada 25 kasus baru HIV.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id, Metro – Jumlah kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Kota Metro, Lampung sejak Januari hingga Oktober 2022 tercatat sebanyak 25 kasus.
Jumlah kasus HIV ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2021 lalu.
Pada tahun 2021 lalu jumlah kasus HIV di Kota Metro hanya tercatat 10 kasus.
Artinya, ada peningkatan 15 kasus baru HIV di Kota Metro di tahun 2022.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkot Metro Redho Akbar menyebut, untuk kasus baru di tahun 2022 ini, pasiennya mulai dari umur 4 tahun hingga 50 tahun.
"Didominasi terbanyak umur 20 sampai 49 tahun yang terjangkit HIV di tahun 2022 ini," kata Redho kepada Tribun Lampung, Sabtu (17/12/2022).
Baca juga: 44 Kasus HIV Terjadi di Lampung Utara Selama Tahun 2022
Baca juga: 32 Penderita HIV/Aids di Mesuji, Terbanyak di Kecamatan Simpang Pematang
Dikatakannya, dari data kasus juga terdapat pelajar yang terjangkit HIV.
Untuk pelajar yang terjangkit HIV ini ada 4 orang.
"Iya, pelajar ada 4 orang yang terjangkit HIV selama 2022," ungkapnya
Walaupun berdasarkan data jumlah kasus HIV di tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun 2021, pihaknya tetap melakukan upaya dalam menekan penambahan jumlah kasus HIV di Kota Metro.
"Kami terus melakukan upaya dalam melakukan upaya pencegahan HIV agar tidak terjadi penambahan jumlah kasus," tukasnya.
Dia mengatakan, pihak Diskes Metro telah melakukan upaya-upaya dalam menanggulangi HIV di Kota Metro.
Upaya tersebut, kata Redho dibagi menjadi 2 tahapan.
Yaitu upaya pengobatan dan upaya pencegahan dan pengendalian.
"Upaya yang dilakukan tersebut sebagai upaya agar penularan HIV di Metro dapat kami tanggulangi dan dihindarkan," bebernya.
Ia mengatakan, untuk upaya pengobatan dilakukan dengan 2 upaya.
Upaya pertama adalah melaksanakan screening HIV di semua layanan Puskesmas dan RS pada suspek HIV.
"Untuk upaya kedua itu kami melakukan peningkatan akses layanan pengobatan HIV, Diskes Kota Metro membuka layanan perawatan dan dukungan pengobatan (PDP)," ujarnya
Untuk di Kota Metro sendiri, Redho memaparkan terdapat 6 layanan PDP.
Yaitu berada di RSUD Ahmad Yani, Puskesmas Ganjar Agung, Puskesmas Tejoagung, Puskesmas Iringmulyo, Puskesmas Purwosari, dan Puskesmas Karang Rejo.
Selain itu, lanjut dia, Diskes juga melakukan beberapa upaya pencegahan dan pengendalian HIV.
"Kami memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV ke sekolah, lapas, masyarakat. Hal tersebut dapat mengedukasi masyarakat mengenai HIV tersebut," jelasnya.
Redho membeberkan bagaimana HIV dapat ditularkan kepada orang lain.
Baca juga: 32 Penderita HIV/Aids di Mesuji, Terbanyak di Kecamatan Simpang Pematang
Baca juga: Penderita HIV di Tanggamus Lampung 43 Pasien, Usia Terbanyak 30-39 Tahun
"HIV dapat ditularkan melalui darah, hubungan seksual beresiko, dan dari ibu ke anak (ASI)," bebernya.
Selain itu, ia mengharapkan masyarakat dapat lebih peka dan melakukan pengobatan di klinik kesehatan apabila merasa dirinya terjangkit HIV.
"Masalahnya saat ini masih tingginya stigma dan diskriminasi kepada penderita HIV, sehingga penderita malu utk memeriksakan kondisi kesehatannya," tuturnya.
"Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit HIV juga menjadi kendala mengenai pentingnya memeriksakan diri ke klinik kesehatan tersebut," pungkasnya
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)