Kesehatan
Kenali Penyebab dan Cara Atasi Bau Badan
Secara umum, aroma bau badan ini biasanya tergolong normal dan tidak mengganggu orang di sekitarnya. Namun ada juga orang dengan bau badan luar biasa.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Kondisi yang menyebabkan keringat berlebihan disebut hiperhidrosis.
Hiperhidrosis memiliki banyak penyebab, yang diantaranya adalah kecemasan, kanker dan penyakit lainnya, stroke, masalah tiroid, dan menopause.
Hiperhidrosis juga akan mendorong pertumbuhan bakteri, kelenjar apokrin lebih aktif, sehingga bau badan lebih meningkat.
Penyebab bau badan berikutnya adalah pubertas.
Ketika memasuki masa pubertas, kelenjar apokrin lebih aktif, yang menyebabkan peningkatan aroma tubuh.
Selanjutnya, perubahan hormon juga dapat mempengaruhi bau badan baik yang disebabkan oleh siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause.
Selama kehamilan, orang lebih cenderung berkeringat, tetapi kelenjar apokrin mereka kurang aktif, yang dapat mengubah aroma tubuh secara keseluruhan.
Gunakan Antiprespirant untuk Kurangi Bau Badan
Dokter kulit di Rumah Sakit Misi Providence Brian Toy, MD menegaskan jika cara mengurangi bau badan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan tubuh.
Seperti dengan mandi setiap hari.
Saat mandi bersihkan ketiak dengan sabun antibakteri untuk membantu meminimalkan bakteri pada kulit yang bereaksi dengan keringat sebagai pemicunya.
Lalu gunakan antiperspirant yang dapat menghentikan keringat.
Antiprespirant berbeda dengan deodoran yang hanya menutupi aromanya.
Oleskan antiperspirant di malam hari, agar menyerap saat kita tidur.
Cukur rambut ketiak, karena rambut ketiak dapat menjebak keringat dan bakteri sehingga dapat meningkatkan bau badan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kenali-Penyebab-dan-Cara-Atasi-Bau-Badan.jpg)