Berita Terkini Nasional
Ibu Muda Simpan Jasad Bayi yang Dibunuhnya 2 Hari, Suami Tidak Tahu
Seorang ibu muda yang melakukan pembunuhan terhadap bayinya sendiri di Jawa Timur menyembunyikan jasad di dalam tas jinjing.
Tribunlampung.co.id - Setelah melakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkan, ibu muda di Jawa Timur lantas menyimpan jasad anaknya selama dua hari.
Seorang ibu muda yang melakukan pembunuhan terhadap bayinya di Jawa Timur menyembunyikan jasad di dalam tas jinjing. Kemudian menaruhnya ke dalam keranjang pakaian.
Jasad bayi korban pembunuhan ibu muda ini lantas ditutupi dengan tumpukan pakaian. Selang dua hari kemudian dibuangnya ke lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya di Jawa Timur.
Seorang ibu muda di Jawa Timur melakukan pembunuhan terhadap bayinya sendiri karena alasan sudah tidak mau mempunyai anak lagi.
Ibu muda asal Jawa Timur ini berinisial MDN usia 22 tahun beralasan tidak ingin memiliki anak lagi karena sudah punya tiga anak. Sehingga nekat melakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru ia lahirkan.
Bahkan, MDN sempat menutupi kehamilannya sebelum melakukan pembunuhan kepada si bayi. Ibu muda di Jawa Timur ini melahirkan sendiri tanpa bantuan medis.
Baca juga: Tak Mau Punya Momongan Lagi, Ibu Muda Tega Bunuh Anak Keempatnya yang Baru Lahir
Baca juga: Siswi SMA yang Jasadnya Ditemukan Dalam Sumur sempat Pamit, Minta Dicium Ibu
MDN melahirkan bayi keempatnya itu di dalam kamar mandi tempatnya kos.
Namun bayi yang lahir di dalam kamar mandi tersebut meninggal setelah dibekap sang ibu. Padahal pelaku sempat memberi ASI kepada anak keempatnya tersebut.
Lantas jasad bayi tersebut dibungkus kresek putih lalu dibuang di depan warung di Jalan Menanggal V, Gayungan, Surabaya.
Wanita asal Bengkulu itu mengaku nekat menghabisi nyawa bayinya karena tak ingin punya anak lagi.
Lantas, siapakah sosok MDN?
Dilansir Surya.co.id, MDN merupakan seorang ibu tiga anak.
Ketiga anak itu hasil pernikahan sirinya dengan pria asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Diketahui, MDN menikah siri dengan suaminya sejak empat tahun lalu.
Sebelum menikah dengan suami sirinya saat ini, MDN telah bercerai dengan suami sahnya terdahulu di Bengkulu.
Alasan MDN tega menghabisi nyawa bayi yang baru dilahirkannya karena tak ingin punya anak lagi.
Pasalnya, sang suami hanya bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Hal itu membuat kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan.
"Karena ekonomi. Iya enggak ingin punya anak lagi, karena sudah punya anak tiga masih kecil-kecil," ujarnya, Kamis (15/12/2022), dikutip dari TribunJatim.com.
Melahirkan di Kamar Mandi
Baca juga: Cinta Ditolak, Motif Pembunuhan Siswi SMA yang Jasadnya Ditemukan di Dalam Sumur
Baca juga: Bayi Tertembak Peluru Nyasar di Bandar Lampung Sudah Diperbolehkan Pulang dari RS
MDN mengaku melahirkan bayinya seorang diri di kamar mandi kos di Jalan Dukuh Menanggal IV, Gayungan, Surabaya, Kamis (8/12/2022) sekitar pukul 21.30 WIB.
Ia lalu memotong tali pusar bayinya menggunakan gunting yang biasa dipakai di dapur.
Setelah itu, MDN membersihkan bayi yang baru dilahirkannya kemudian menggendongnya.
Pelaku juga sempat memberikan ASI kepada anak keempatnya itu.
Bayi Dibekap hingga Tewas
Tak lama setelah memberi ASI, pelaku lalu membekap korban selama beberapa menit.
Akibatnya, bayi yang baru saja lahir itu meninggal dunia.
Kapolsek Gayungan, Kompol Suhartono, mengatakan bahwa suami pelaku tak mengetahui istrinya telah melahirkan anak keempat.
"Suaminya enggak tahu (istri melahirkan), karena pulang malam. Ngaku kepada suaminya yang melihat darah, kalau itu pendarahan aja," terang Suhartono, Jumat (16/12/2022).
Simpan Jasad Bayi Selama 2 Hari
Untuk menghilangkan jejak, pelaku memasukan jasad bayinya ke dalam tas jinjing berwarna merah.
Tas itu kemudian diletakkan di dalam keranjang pakaian dan menutupinya dengan tumpukan pakaian.
Pelaku menyimpan jasad bayi tersebut selama dua hari.
Setelah itu, MDN membuang jasad bayinya ke sebuah warung makan di Jalan Menanggal V, Sabtu (10/12/2022) pagi.
Lokasi pembuangan bayi itu berjarak sekitar 500 meter dari kos pelaku.
"Mayat dibuang sendiri naik sepeda ontel," ujar Suhartono.
Sembunyikan Kehamilan
Ternyata, selama 9 bulan, pelaku menutupi kehamilannya dari suami dan tetangga.
Pelaku selalu berdalih perutnya besar karena terjadi pembengkakan setelah melakukan program suntik KB dan mengonsumsi pil KB.
Suami pelaku juga sempat melihat bekas bercak darah di dalam kamar mandi.
Namun, pelaku beralasan ia sedang menstruasi.
"Kalau kata tetangga mereka, si suami memang kerap takut kepada istrinya," kata Suhartono.
Sementara untuk mengelabui tetangga, pelaku mengaku memiliki penyakit tumor yang telah diidapnya selama bertahun-tahun.
"Kalau ditanya tetangga-tetangganya, dia ngaku enggak hamil, tapi tumor, dengan alasan itu," bebernya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
(Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ibu-muda-di-Jawa-Timur-ditangkap-melakukan-pembunuhan-terhadap-bayinya.jpg)