Berita Lampung
Bayi Tertembak Peluru Nyasar di Bandar Lampung Sudah Diperbolehkan Pulang dari RS
Rahmanuddin (28) selaku orang tua bayi yang tertembak peluru nyasar mengatakan, anaknya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter sejak Senin (5/12/2022)
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bayi IKR berusia 1,9 tahun warga Teluk Ratai, Kecamatan Telukbetung Timur Bandar Lampung yang tertembak peluru nyasar sudah diperbolehkan pulang oleh dokter di Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS).
Rahmanuddin (28) selaku orang tua bayi yang tertembak peluru nyasar mengatakan, anaknya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter sejak Senin (5/12/2022) sore.
"Anak saya saat ini alhamdulilah sudah diperbolehkan pulang sejak Senin lalu selepas magrib," kata Rahmanuddin (28) warga Teluk Ratai, Kecamatan Telukbetung Timur, saat dihubungi Tribun Lampung, Rabu (7/12/2022).
"Dokter sudah visitasi kepada anak saya dan telah menyatakan boleh pulang," kata Rahmanuddin.
Rahmanuddin mengatakan, dokter memperbolehkan anaknya pulang karena kondisinya sudah bisa berjalan.
"Kaki bayi IKR juga sudah menapak ke tanah, sehingga bayi kami diperbolehkan pulang," ujarnya.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Peluru Nyasar Mengenai Bayi di Bandar Lampung
Baca juga: Detik-detik Bayi Tertembak Peluru Nyasar di Bandar Lampung: Anak Saya Langsung Menjerit
Ia mengatakan, kondisi bayinya juga sudah mulai terus membaik dan cepat pemulihannya.
"Malah kami ngilu melihatnya dan selalu kepikiran terus, kalau sudah nyeri bayi kami ini langsung nangis," kata Rahmanuddin.
"Anak saya sudah bisa jalan dan menapak kakinya, semoga cepat diberi pemulihan," harapnya.
Ia mengatakan, anaknya cukup signifikan pemulihannya dan perubahannya.
Tidak mengenai tulang, hanya dekat kulit dan masih dalam permukaan.
"Anaknya juga mulai napak jalan kakinya dan sedikit tenang, Alhamdulillah cepat diberikan pemulihan oleh Allah SWT," kata Rahmanuddin.
"Peluru nyasar itu tidak mengenai tulang hanya dekat kulit saja dan masih di dalam permukaan," kata Rahmanuddin.
Ia mengatakan, polisi diminta untuk cepat mengungkap siapa yang melepaskan tembakan hingga mengenai kaki anaknya.
"Harapannya dengan kejadian tersebut kami minta diungkap pelakunya, kami masih menunggu hasil dari polisi," ujarnya.
Ia mengatakan, polisi harus segera mengungkap apa motif dari pemilik senjata api tersebut.
"Kami minta supaya polisi segera mengungkap, dan diakuinya polisi saat ini juga masih melakukan penyelidikan," kata Rahmanuddin.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )