Berita Terkini Nasional
Badai PHK: Hampir 1.000 Karyawan Industri Dipecat, 1.600 Pekerja Diminta Mundur
Seribuan karyawan industri di Serang, Banten yang mengalami PHK tersebut berasal dari dua perusahaan ternama.
Tribunlampung.co.id - Hampir 1.000 karyawan industri di Serang, Banten mendapat pemutusan hubungan kerja ( PHK ).
Seribuan karyawan industri di Serang, Banten yang mengalami PHK tersebut berasal dari dua perusahaan ternama.
Satu diantara perusahaan di Serang Banten tersebut melakukan PHK terhadap 500 karyawan. Kemudian perusahaan satunya lagi melakukan PHK terhadap 380 karyawan.
Sehingga total karyawan indsutri di Serang, Banten yang mendapat PHK ada sebanyak 880 orang atau hampir 1.000 karyawan.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Serang mencatat dua perusahaan di Kabupaten Serang, Banten yang melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) karyawan.
Baca juga: Kesedihan Ibu di Banten yang Putrinya Diculik Pria Asal Lampung, Sudah Sepekan
Baca juga: Foto Warga Pesawaran Lampung Beredar sebagai Buronan Penculik Anak di Banten
Dua perusahaan itu adalah PA Rubber Indonesia Jaya di Kawasan Modern Cikande, Kecamatan Cikande, dan PT Power Block Indonesia di Kecamatan Jawilan.
PA Ruber Indonesia Jaya, pabrik yang bergerak di produksi sol sepatu telah melakukan PHK sebanyak 500 karyawan.
Sementara itu, di PT Power Block Indonesia perusahaan ini memproduksi AAC Block (Autoclaved Aerated Concrete Block) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Beton Ringan (Bata Ringan).
PT Power Block Indonesia telah melakukan PHK terhadap 380 karyawan. Hal ini karena kekurangan bahan baku dan penjualan produk tengah mengalami penurunan.
"Sudah ada dua perusahaan di Cikande dan Jawilan yang lebih dulu mem- PHK ratusan karyawan," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Iwan Setiawan, ditemui di kantornya, pada Kamis (12/1/2023).
Menurut dia, upaya PHK yang dilakukan dua perusahaan itu dilakukan sebelum PT Nikomas Gemilang membuat kebijakan membuka peluang 1.600 karyawan mengundurkan diri.
Kini, kata dia, proses PHK di kedua perusahaan tersebut juga masih berjalan.
" PHK sudah dilakukan di minggu pertama 2023, alasannya karena kekurangan bahan baku," katanya.
Iwan menjelaskan bahwa kedua prusahaan ini juga menjadikan pangsa pasar mereka berpusat di Eropa dimana dampaknga masih dirasakan akibat lerang Rusia-Ukraina.
"Krisis mulai berlangsung pelan-pelan kerasa, dan belum tahun kapan perang Rusia-Ukraina ini juga berakhir," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Badai-PHK-bagi-karyawan-industri-terjadi-di-Serang-Banten.jpg)