Berita Lampung

250 Ton Ikan Mati, Kini Kondisi Air Danau Ranau Lampung Barat Sudah Mulai Normal

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Lampung Barat Kamaludin membenarkan kondisi air di Danau Ranau sudah mulai normal.

Tayang:
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Bobby Zoel Saputra
Ratusan ton ikan yang mati di Danau Ranau di Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Lampung akibat fenomena mentilehan beberapa waktu lalu. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Air Danau Ranau di Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Lampung dikabarkan sudah mulai normal.

Air di Danau Ranau sempat mengandung belerang, sehingga menyebabkan ratusan ton ikan milik petambak mati.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Lampung Barat Kamaludin membenarkan kondisi air di Danau Ranau sudah mulai normal.

“Untuk saat ini kondisi air yang sebelumnya mengandung belerang hingga kadar oksigennya jadi rendah sudah mulai membaik,” kata Kamaludin, Senin (16/1/2023).

“Itu berdasarkan pantauan dari tim UPT kami di lokasi. Kita cek juga airnya sudah normal dan ikan yang mati juga berkurang,” terusnya.

Baca juga: Ikan Mati di Keramba Danau Ranau Lampung Barat Bertambah, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Baca juga: Ribuan Ikan Mati Mendadak di Waduk Darma Kuningan

Kamaludin menambahkan, hingga saat ini total ikan mati akibat belerang yang diduga berasal dari Gunung Seminung itu mencapai 250 ton.

Kerugian yang dialami oleh para petambak jika dikonversi menjadi rupiah totalnya mencapai Rp 6 miliar lebih.

“Dari data yang kami himpun, hingga kini ikan petambak yang mati telah mencapai 250 ton. Itu masih bisa bertambah” sebut Kamaludin.

“Kerugian yang mereka alami pun bertambah. Tercatat kini kerugian diperkirakan menjadi Rp 6 miliar lebih,” lanjutnya.

Kamaludin mengungkapkan, setidaknya ada 150 petambak di Lumbok Seminung yang terkena dampak dari fenomena ini.

Petambak yang berada di daerah tersebut terbagi ke dalam 12 kelompok.

Kamaludin mengatakan, jumlah kerambah yang terdampak mencapai 500 unit.

Kamaludin menjelaskan, kebanyakan ikan yang mati dan mengapung di permukaan disebabkan kurangnya kadar oksigen di dalam air danau.

Menurutnya, belerang mempunyai sifat yang bisa mengikat oksigen, sehingga kadar oksigen di dalam air danau tersebut menjadi rendah.

“Kemarin itu pas ada fenomena mentilehan kadar oksigennya kita cek cuma 0,1 mg. Jelas itu sangat rendah,” jelas Kamaludin.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved