Berita Lampung

Kesal Harga Anjlok, Petani di Lampung Barat Buang Tomat ke Jurang

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribunlampung.co.id, ada sekitar 10 lebih kotak tomat yang dibuang oleh petani dan agen ke jurang.

Tayang:
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Petani di Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat yang sedang mencabut tanaman tomatnya, Sabtu (21/1/2023). Informasi yang diterima Tribunlampung.co.id, sebagian petani bahkan buang tomat ke jurang gegara kesal harga anjlok. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Anjloknya harga tomat saat ini dikeluhkan sejumlah petani di Lampung Barat.

Informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, anjloknya harga tomat terjadi di seluruh wilayah di 15 kecamatan yang ada di Lampung Barat.

Akibat harga tomat terjun bebas, para petani di Lampung Barat mengaku merugi.

Bahkan, gegara harga yang anjlok drastis, beredar video petani di Lampung Barat buang tomat ke jurang karena kesal.

Pudin, petani di Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat mengatakan, harga tomat yang anjlok saat ini berada di kisaran Rp 600 hingga Rp 1.000.

Baca juga: Mobil Sayur Tabrak Pengendara Motor di Liwa Lampung Barat, 1 Orang Tewas

“Turun anjlok banget ini, kalau di tempat saya Rp 600 ini per kilonya, beda-beda tiap tempat, ada yang Rp 800 ada juga Rp 1000,” kata Pudin saat ditemui di kebunnya, Sabtu (21/1/2023).

“Rata sepertinya anjlok harganya ini di Lampung Barat, sehingga ya rata-rata jelas kami mengalami kerugian,” terusnya.

Pudin menjelaskan, harga tomat sebelumnya berada di kisaran harga Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu per kilo.

“Itu sekitar sebulan yang lalu harganya per kilo berada di Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu, itu kalau dari petani,” jelas Pudin.

“Kalau udah di pasar pasti udah agak mahal lagi harga per kilonya,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Pudin, anjloknya harga tomat saat ini diduga karena rata-rata petani di Lampung Barat banyak yang sedang panen tomat.

Sedangkan, permintaan tomat di pasaran saat ini diketahui sedang menurun.

“Ya tidak berimbang antara permintaan di pasaran dengan jumlah tomat yang dipanen,” ucap Pudin.

“Permintaan di pasar sedang menurun, tapi petani banyak yang panen tomat sehingga ya turun drastis harganya,” terusnya.

Saat ini Pudin beserta petani lain yang berada di daerahnya terpantau sedang mencabut tanaman tomatnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved