Kecelakaan di Pesisir Barat

Kronologi Mobil Pendamping KKN Unila Kecelakaan di Pesisir Barat Lampung

Kronologi terkait kecelakaan mobil pendamping KKN Unila di Pesisir Barat tersebut diungkapkan oleh warga sekitar kejadian perkara.

Penulis: saidal arif | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
kolase tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Kondisi rumah yang ditabrak mobil milik pendamping KKN Unila di Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (21/1/2023) siang. Kronologi kecelakaan tersebut diungkap oleh warga yang ada di sekitar kejadian. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Diduga hilang kendali mobil Tayota Rush Nopol BE 1081 VZ milik pendamping KKN Unila kecelakaan menabrak motor hingga dua rumah milik warga di Pesisir Barat, Lampung.

Kronologi terkait kecelakaan mobil pendamping KKN Unila di Pesisir Barat tersebut diungkapkan oleh warga sekitar kejadian perkara.

Menurut Fattah salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian, mobil pendamping KKN Unila yang kecelakaan itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Lemong menuju arah Krui, Pesisir Barat.

Namun, sesampainya di lokasi kejadian di Pekon Penggawa V Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat mobil pendamping KKN Unila tersebut hilang kendali.

Secara bersamaan datang lah kendaraan sepeda motor jenis Honda Blade BE 6366 YI dikendarai Muzni (52) warga Pekon Penggawa Lima Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat.

Baca juga: Kondisi Pemotor Kecelakaan Ditabrak Mobil Pendamping KKN Unila di Pesisir Barat Lampung

Baca juga: Mobil Pendamping KKN Unila Kecelakaan di Pesisir Barat Lampung, Disebut Milik Dosen

"Sebenarnya motor yang dikendarai Muzni ini sudah berhenti dan menepi dipinggir jalan karena melihat mobil ini melaju sangat kencang," jelasnya.

"Mungkin karena hilang kendali mobil itu langsung menabrak sepeda motor dan menyeruduk dua rumah warga," sambungnya.

Beruntung di dalam rumah saat itu sedang sepi, sebab pemiliknya sedang pergi bekerja.

Taslim salah satu pemilik rumah mengatakan, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah.

"Kalau waktu kejadian saya tidak berada di lokasi," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut pendopo rumahnya hancur dan parabola miliknya rusak.

Dirinya berharap, agar pemilik kendaraan dapat mengganti kerugian yang dialaminya.

"Tadi kami sudah bermusyawarah, namanya musibah siapa yang mau, mobil milik mereka juga hancur," kata dia.

"Namun kita berharap agar kerusakan yang kami alami ini dapat diganti," sambungnya.

Sementara itu Rina pemilik rumah lainya mengaku, saat kejadian dirinya merasa ada perasaan yang tidak enak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved