Rektor Unila Ditangkap
Terbongkar Uang Masuk Kedokteran Unila hingga Rp 625 Juta dari Seorang Honorer
Pengakuan honorer terkait suap disampaikan dalam sidang dugaan kasus korupsi Unila dengan terdakwa Karomani Cs di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap uang suap masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung ( Unila ) hingga sebesar Rp 625 juta melalui pegawai honorer.
Bahkan honorer Unila yang menerima titipan suap hingga Rp 625 juta mengungkap uang itu hanya untuk meloloskan dua mahasiswa masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Pengakuan honorer terkait suap tersebut disampaikan dalam sidang dugaan kasus korupsi Unila dengan terdakwa Karomani Cs di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung.
Honorer Unila tersebut dihadirkan sebagai saksi yakni Fajar Pramukti.
Dia mengakui telah menerima titipan senilai Rp 625 juta atas perintah terdakwa M Basri.
Baca juga: Orangtua Bayar hingga Rp 625 Juta Buat Masuk Fakultas Kedokteran Unila
Sejumlah uang tersebut untuk meloloskan dua orang untuk masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung atau Unila.
Hal itu diungkap Fajar Pramukti selaku pegawai honorer Unila memberikan kesaksian sidang dugaan Korupsi Unila dengan terdakwa Karomani Cs di PN Tanjungkarang, Selasa, (24/1//2023).
Adapun uang tersebut diakui saksi Fajar diterima dari orangtua mahasiswa bernama Feri Antonius senilai Rp 325 juta.
Sedangkan uang senilai Rp 300 juta diterima dari orangtua mahasiswa bernama Linda Fitri.
Proses penitipan mahasjswa tersebut berawal saat Fajar Pramukti mendapatkan informasi ada yang ingin memasukkan anaknya di Fakultas Kedokteran (FK) Unila.
Setelah diketahui, orang yang dimaksud ternyata adalah Feri Antonius alias Anton Kidal yang meminta agar anaknya bisa lulus FK di Unila Jalur SBMPTN.
"Saya menghubungi pak M. Basri dan dia mengatakan tidak bisa masuk Unila kalau tidak ada isinya," kata Fajar Pramukti.
Kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan kenapa Fajar memilih M Basri untuk meloloskan mahasiswa titipan.
"Saya pernah jadi tim kerja Pak Basri, karena dia pimpinan di Unila dan ketua senat, Kalau dengan yang lain saya segan,"katanya.
Baca juga: Kecelakaan Mobil Dosen Unila di Pesisir Barat Lampung Renggut Korban Jiwa
Ia melanjutkan, sehari sebelum pengumuman kelulusan, M. Basri yang merupakan ketua Senat Unila pada waktu itu menghubungi Fajar Pramukti.
"Itu udah lulus titipan kamu," kata Fajar menirukan suara M. Basri.
Fajar pun mengakui bahwa dirinya menerima uang senilai Rp 325 juta dari Feri Antonius sehati sebelum pengumuman kelulusan.
Selanjutnya, Fajar lalu langsung mengantar uang sebesar Rp. 325 juta dari Anton Kidal langsung ke M. Basri.
Setelah uang tersebut diserahkan, M Basri kemudian meminta Fajar Pramukti untuk merahasiakan bahwa mahasiswa titipannya diluluskan dari Prof Karomani.
Pasalnya, mahasiswa titipan tersebut nilainya tidak mencukupi standar kelulusan yang ditetapkan
"Jangan sampai Rektor tau kalau itu Titipan M. Basri karena ada nilai yang di atasnya (mahasiswa titipan) tidak diterima," katanya.
Hadirkan 7 Saksi
Pengadilan Negeri atau PN Tanjungkarang kembali menggelar sidang terkait dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung ( Unila ) tahun 2022 dengan terdakwa Karomani CS, Selasa, (24/1/2023).
Mantan Rektor Unila itu diagendakan menjalani persidangan bersama dua terdakwa lainnya yakni M Basri dan Heriyandi di ruang Bagir Manan.
Adapun sidang dugaan korupsi PMB Unila kali ini menghadirkan 7 dari 8 orang saksi yang awalnya direncanakan.
Ketujuh saksi yang dimaksud yakni :
1. Ida Nuraida, Dekan Fisip Unila
2. Dyah Wulan Sumekar, Dekan FK Unila
3. Nairobi, Dekan FEB
4. Fajar Pramukti, Pegawai Honorer Unila
5. Destian, Pegawai Honorer Unila
6. Feri Antonius, Wiraswasta
7. Wayan Rumite, Dosen FKIP Unila
Sedangkan satu saksi lainnya, yakni Linda Fitri tidak hadir dalam persidangan tersebut.
Diketahui, Karomani Cs tiba di PN Tanjungkarang menggunakan mobil tahanan Kejari Bandar Lampung mengunakan baju rompi orange KPK dengan tangan diborgol sekira pukul 9.30 wib.
Turun dari mobil tahanan, Prof Karomani pun memberikan pesan menyentuh kepada Rektor Unila yang baru terpilih yakni Lusmeilia Afriani.
Ia menaruh harapan penuh kepada Rektor Unila wanita pertama itu agar bisa menata Unila menjadi lebih baik.
"Pesan saya tata Unila lebih baik," ujar Karomani sembari berjanan menuju ruang didang.
Selain itu, Karomani juga berpesan kepada awak media agar membuat berita berimbang.
"Kalian media harus berimbang jangan jadi hakim jalanan, pegang kode etik jurnalistik," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )
Rumah Tangga Lisa Mariana Retak setelah Hasil Tes DNA Tak Identik Ridwan Kamil |
![]() |
---|
Kronologi Kasus Kacab Bank BUMN Tewas, 15 Orang Terlibat Pembunuhan |
![]() |
---|
Daftar 8 Pejabat Eselon III Lampung Selatan yang Baru Dilantik |
![]() |
---|
Bulog Lampung Sebut Stok Beras Bisa Suplai Provinsi Tetangga |
![]() |
---|
Warga Geger Ada Jasad Bayi Terbungkus Kain Putih Diseret Anjing |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.